SUMEDANGEKSPRES– Direktur Utama Bulog, Letjend TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani S Sos , SH , M Han., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke penggilingan padi CV Putra Sarana , mitra maklon Bulog yang berlokasi di Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Sabtu (1/8/2026).
Sidak dilakukan untuk memastikan proses pengolahan gabah hingga menjadi beras memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam kunjungannya, Dirut Bulog meninjau langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari proses pengeringan gabah hingga hasil akhir penggilingan. Ia menyebutkan secara umum kondisi penggilingan sudah memenuhi standar yang ditetapkan Bulog.
Baca Juga:Kecamatan Cisarua Sosialisasikan Pilkades, Tekankan Musyawarah dan Kelancaran TahapanHadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat
“Kami mengecek mulai dari proses pengeringan menggunakan pengering berbahan bakar kayu. Hasil laboratorium menunjukkan kadar air beras sekitar 12,8 persen, sehingga sudah cukup kering. Proses penggilingannya juga bersih dan hasilnya memenuhi syarat,” ujarnya.
Meski demikian, Dirut Bulog memberikan catatan agar kualitas aroma beras terus ditingkatkan. Menurutnya, aroma yang masih sedikit apek perlu dievaluasi, baik dari sisi kualitas bahan baku maupun proses pengeringannya.
“Yang saya koreksi hanya baunya saja agar lebih baik. Perlu dievaluasi apakah bahan bakunya belum siap panen atau proses pengeringannya belum optimal. Secara umum kondisinya sudah baik dan memenuhi syarat beras medium,” katanya.
Rizal menjelaskan, standar beras medium yang diterapkan Bulog meliputi kadar patahan (broken) maksimal 25 persen, kadar air maksimal 14 persen, dan kadar menir maksimal 2 persen.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kualitas beras yang diproduksi CV Putra Sarana telah berada di bawah batas maksimal tersebut sehingga masuk kategori beras medium sesuai standar Bulog.
Dalam kesempatan itu, Rizal juga memaparkan perkembangan capaian target penyerapan beras secara nasional per 1 Agustus 2026, capaian serapan Bulog telah mencapai sekitar 3,5 juta ton atau setara 87 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan oleh Presiden.
“Kami optimistis target 4 juta ton dapat tercapai pada September 2026. Namun setelah target itu terpenuhi, Bulog tetap berkomitmen menyerap hasil panen petani semaksimal mungkin agar seluruh produksi petani dapat terserap dengan baik,” jelas Rizal.
Baca Juga:Kades Licin Minta Adanya Kordinasi Dari Pengawas KDMPBersama BRI, Petani Kopi Asal Batang Sajikan Racikan Produk hingga Jangkau Pasar Dunia
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
