Bukan Nama Biasa, Ini Cerita di Balik Samalengoh Camp Gunturmekar Sumedang

Samalengoh Camp
SAMALENGOH CAMP: Kawasan Samalengoh Camp di Desa Gunturmekar dikembangkan sebagai wisata camping berbasis alam dengan tetap mempertahankan identitas lokal dan melibatkan masyarakat sekitar.(Kiki/Sumeks)
0 Komentar

GUNTURMEKAR – Nama Samalengoh Camp ternyata memiliki cerita yang berkaitan dengan identitas lokal kawasan Desa Gunturmekar. Nama tersebut dipilih pengelola ketika mulai mengembangkan destinasi camping di kawasan perbukitan tersebut.

Pendiri Samalengoh Camp, Dadan Setianugraha, mengatakan lokasi wisata itu sebelumnya dikenal masyarakat dengan beberapa nama. Ada yang menyebutnya Salamengoh, Samalengoh hingga Pasir Kiara.

Tidak adanya satu nama resmi untuk bukit tersebut kemudian menjadi pertimbangan pengelola dalam menentukan identitas destinasi.

Baca Juga:Tak Punya Smartphone, Warga Sumedang Tetap Bisa Daftar BansosHarga Tiket Samalengoh Camp Gunturmekar Sumedang

Nama Samalengoh dipilih karena di kawasan tersebut terdapat mata air yang dikenal masyarakat sebagai Mata Air Samalengoh. Mata air itu mengalir dari kawasan puncak hingga Nagrak.

Namun, bagi penggagas wisata, nama Samalengoh juga memiliki cerita lain.

Ketika pembangunan destinasi dimulai, sebagian besar anggota karang taruna yang terlibat merupakan anak muda yang belum menikah.

“Mayoritas belum menikah, jadi sama-sama lengoh. Itu juga menjadi salah satu filosofi nama Samalengoh,” ujar Dadan.

Identitas Lokal Tetap Dipertahankan

Pengelola memilih tetap menggunakan nama Samalengoh meski produk wisata yang ditawarkan berupa camping.

Menurut Dadan, istilah camp memang berasal dari bahasa Inggris. Namun, nama destinasi tetap menggunakan istilah lokal sebagai penanda kawasan.

“Produk kita memang camping, bukan produk lokal. Camp itu bahasa Inggris, tetapi Samalengoh adalah identitasnya sendiri,” katanya.

Samalengoh Camp mulai dibangun pada 2020 dan resmi dibuka pada 6 Agustus tahun yang sama. Persiapannya telah dilakukan sejak akhir 2018 dengan melakukan observasi kondisi kawasan, termasuk menguji lokasi ketika musim hujan.

Baca Juga:Samalengoh Camp Gunturmekar, Camping di Alam yang Ingin Hidupkan Ekonomi WargaCara Daftar Bansos Lewat Perlinsos Digital di Sumedang, Siapkan IKD

Kini, nama Samalengoh tidak hanya menjadi nama destinasi camping, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kawasan yang ingin dipertahankan pengelola di tengah perkembangan wisata.(kki)

0 Komentar