Dari Uang Receh Lahirlah Pengkhianatan

Ilustrasi
Ilustrasi
0 Komentar

Rani berdiri.

Bu…” suaranya bergetar. “Uangnya kurang karena saya.”

Ia menunduk. “Saya ambil sedikit demi sedikit. Saya pikir… tidak apa-apa.”

Tak ada teriakan. Tak ada makian. Hanya keheningan yang lebih menyakitkan dari kemarahan. Beberapa teman menatapnya dengan mata kecewa–tatapan yang tak bisa ia balas.

Wali kelas menatap Rani lama. Lalu berkata tenang, namun tegas,

Baca Juga:Gugatan Perdata Dugaan Utang Rp35 Miliar Didaftarkan ke PN Bandung, Libatkan Bupati CirebonRp145 Miliar Digelontorkan untuk Bansos, Sejumlah Warga Sumedang Mengaku Belum Tersentuh Bantuan

Nak, korupsi tidak diukur dari besar atau kecilnya uang. Tapi dari keberanian seseorang mengambil yang bukan haknya.”

Air mata Rani jatuh. Ia sadar, pengkhianatan besar sering lahir dari kejujuran kecil yang dikhianati.

Sejak hari itu, kelas belajar satu hal penting:

Korupsi tidak selalu bermula dari angka besar. Ia sering lahir dari kata ‘cuma sedikit’, dari pembiaran, dan dari sikap diam orang-orang di sekitarnya.

Dan dari uang receh, kepercayaan bisa runtuh sepenuhnya.(reza)

Laman:

1 2
0 Komentar