Lapas Sumedang Jadi Sorotan, Warga Ragukan Efektivitas Program Pembinaan

Lapas Sumedang Jadi Sorotan, Warga Ragukan Efektivitas Program Pembinaan
Lapas Sumedang Jadi Sorotan, Warga Ragukan Efektivitas Program Pembinaan (Iustrasi).
0 Komentar

SUMEDANG EKPRES – Sejumlah warga Kabupaten Sumedang mempertanyakan efektivitas pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sumedang, menyusul kembali berulangnya tindak kriminal yang dilakukan oleh seorang residivis di wilayah tersebut.

Seorang warga Sumedang yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, terdapat satu kasus residivis yang dinilai sangat meresahkan masyarakat karena terus mengulangi perbuatan pidana dengan tingkat kejahatan yang semakin meningkat.

“Ada salah satu residivis yang cukup meresahkan warga. Awalnya dia masuk penjara karena kasus pencurian hasil tani. Setelah keluar, bukannya jera, justru kembali melakukan pencurian burung kenari dan kembali masuk penjara,” ujar warga tersebut, Kamis (29/01/2026).

Baca Juga:Menguatkan Negeri Lewat Doa dan Aksi Nyata,  Lapas Sumedang Gelar Doa Akhir Tahun dan Pemberian Bantuan SosialMenguatkan Negeri Lewat Doa dan Aksi Nyata,  Lapas Sumedang Gelar Doa Akhir Tahun dan Pemberian Bantuan Sosial

Menurutnya, setelah menjalani hukuman untuk kedua kalinya, residivis tersebut kembali bebas. Namun, tindakan kriminal yang dilakukan justru semakin berat.

“Setelah keluar dari penjara yang kedua kalinya, dia malah mencuri sepeda motor dan kembali masuk ke penjara,” ungkapnya.

Warga tersebut menilai, pola kejahatan yang dilakukan menunjukkan tidak adanya efek jera. Bahkan, tingkat kejahatan justru meningkat setiap kali pelaku keluar dari lembaga pemasyarakatan.

“Yang menjadi pertanyaan kami sebagai warga, setelah beberapa kali masuk penjara, orang ini bukan menjadi lebih baik, malah tingkat kejahatannya semakin besar,” katanya.

Atas kondisi tersebut, warga mempertanyakan apa yang sebenarnya didapatkan oleh narapidana selama menjalani masa hukuman di dalam lembaga pemasyarakatan, khususnya terkait pembinaan dan rehabilitasi.

“Pertanyaannya, apa yang dia dapatkan di dalam penjara hingga tidak ada efek jera dan malah melakukan kejahatan yang lebih tinggi?” ujarnya.

Warga berharap, pihak terkait dapat melakukan evaluasi serius terhadap sistem pembinaan di Lapas Sumedang agar benar-benar mampu mengubah perilaku narapidana, bukan sekadar menjalani hukuman tanpa pembentukan karakter dan keterampilan.

Baca Juga:

Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait keamanan lingkungan, sekaligus harapan agar lembaga pemasyarakatan dapat berfungsi optimal sebagai tempat pembinaan, bukan sekadar tempat penahanan.(yga)

0 Komentar