SUMEDANG EKSPRES, TANJUNGSARI – Setelah sempat menghilang dan membuat keluarga serta warga diliputi kecemasan, seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Perempuan berusia 25 tahun itu diketahui berada di wilayah Gresik, Jawa Timur.
Salsabila Andini Putri dilaporkan hilang sejak Rabu siang sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, ia berpamitan kepada keluarga untuk membeli obat masuk angin di sebuah apotek yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya. Namun hingga berhari-hari kemudian, ia tak kunjung kembali.
Kondisi tersebut membuat pihak keluarga resah dan khawatir. Pasalnya, saat meninggalkan rumah, Salsabila tidak membawa telepon genggam maupun dompet yang berisi identitas diri. Keluarga sempat melakukan pencarian ke sejumlah tempat, namun belum membuahkan hasil.
Baca Juga:Ketahui Ada Pelataran, Masyarakat Cari Informasi Layanan Pertanahan di Hari LiburMenghilang Sejak Lima Hari Lalu, IRT Muda Asal Tanjungsari Belum Ditemukan
Atas kejadian itu, pihak keluarga melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Tanjungsari, Polres Sumedang. Informasi orang hilang pun disebarluaskan ke berbagai pihak, termasuk melalui media sosial dan jaringan relawan, dengan harapan keberadaan Salsabila segera diketahui.
Setelah lima hari pencarian, titik terang akhirnya muncul. Informasi keberadaan Salsabila pertama kali diterima melalui grup internal Pemadam Kebakaran (Damkar) Gresik. Informasi tersebut kemudian diteruskan hingga ke Damkar Tanjungsari dan dikonfirmasi kebenarannya.
Begitu keluarga mendapatkan kepastian, mereka langsung menjemput Salsabila ke Gresik. Proses penjemputan berjalan lancar dan Salsabila dipastikan dalam keadaan selamat.
Kepala Desa Tanjungsari, Erry, membenarkan kabar penemuan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa perempuan yang sempat dilaporkan hilang itu bukan merupakan warga Desa Tanjungsari.
“Yang bersangkutan merupakan warga Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari. Kami dari Desa Tanjungsari hanya membantu mempublikasikan informasi agar cepat ditemukan,” ujarnya.
Erry juga menjelaskan bahwa pihak keluarga memilih untuk tidak membuka secara detail kronologi penemuan Salsabila. Keluarga menyampaikan keberatan apabila cerita lengkap terkait keberadaan dan proses ditemukannya dipublikasikan ke ruang publik.
“Pihak keluarga keberatan jika kronologi penemuan dipublikasikan. Yang jelas, yang bersangkutan sudah ditemukan dan kini telah berkumpul kembali dengan keluarganya,” terangnya.
Baca Juga:
Dengan ditemukannya Salsabila, kecemasan keluarga dan masyarakat akhirnya berakhir. Pihak terkait berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting akan pentingnya kewaspadaan serta cepatnya penyebaran informasi dalam membantu penanganan orang hilang. (kos)
