Cinta, Kemandirian, dan Nilai Kemanusiaan: Bukan Soal Materi, Tapi Soal Hati

Cinta, Kemandirian, dan Nilai Kemanusiaan: Bukan Soal Materi, Tapi Soal Hati
Cinta, Kemandirian, dan Nilai Kemanusiaan: Bukan Soal Materi, Tapi Soal Hati.
0 Komentar

SUMEDANG EKPRES – Dalam sebuah unggahan di sosial media Dedi Mulyadi tampak menampilkan dua orang pasangan yang telah sah dan sedang menjadi sorotan publik di sosial media.

Nilai kemanusiaan sejati bukan tentang seberapa besar harta yang dipunya atau seberapa mewah tampilan seseorang. Nilai tinggi dari seorang manusia justru terlihat dari kemampuannya buat saling ngasih kasih sayang, menghargai, dan nerima apa adanya.

Cinta yang tulus gak pernah mengukur dengan materi, tapi dengan ketulusan hati. Kebahagiaan rumah rangga gak tentuin sama angka. Mahar Rp1 Juta sekalipun tetap sah dan bermakna kalo disertai niat gang baik dan tanggung jawa yang besar.

“Nikahnya uang Rp1j juta” ucapnya

Baca Juga:Viral! Larangan Foto di Pantai Parangtritis, Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

Cinta yang tulus adalah ketika seorang berkata “aku mencintaimu apa adanya” lalu membuktikan dengan kerja keras dan komitmen.

Suami merantau dan bekerja di Bandung, berjuang demi masa depan keluarga. Ia belum mampu untuk membawa istrinya karna keterbatasan tempat tinggal dan biaya kontrakan, karna harga kontrakan untuk berdua harganya kisaran 600rb dan ada juga yang 800rb.

“Soalnya gak ada tempat, kontrakan kalau satu untuk berdua ada yang 600 ada yang 800.” ujarnya

Dalam video tersebut Dedi Mulyadi memberikan beberapa uang untuk ibu rumah tangga dan membayar kontrakan selama satu tahun agar bisa tinggal berdua. Dan dalam Hidup rumah tangga jangan tinggal bersama orang tua ataupun di kakak.

“Satu jangan dibiasakan tinggal di orang tua dan di kakak tapi mandiri, harus mandiri,” ucap Dedi Mulyadi

Pada akhirnya, nilai kemanusiaan tertinggi bukan tentang materi atau gengsi.

Saling mencintai dengan tulus, saling menguatkan, dan milih mandiri buat bangun masa depan.

Cinta yang sederhana, penuh syukur, dan tanggung jawab itulah fondasi rumah tangga yang kokoh dan bermatabat.

0 Komentar