Viral! Larangan Foto di Pantai Parangtritis, Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

Oknum Jasa Foto Parangtritis
TANGKAPAN LAYAR - Didampingi aparat, keluarga oknum jasa foto meminta maaf kepada publik
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES – Warganet dihebohkan dengan beredarnya video yang menunjukkan seorang pria melarang pengunjung berfoto di Pantai Parangtritis, hal ini langsung memicu perdebatan antara pengunjung dan sang pria tersebut.

Setelah dicaritahu, ternyata pria dalam video merupakan seorang jasa foto langsung jadi yang sudah menjalankan bisnisnya cukup lama di kawasan pantai Parang Tritis tersebut.

Sebenarnya jika diperhatikan lebih teliti, tak ada yang salah dengan ucapan pria tersebut, hanya saja caranya yang kurang tepat dan terlalu berbelit-belit sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Baca Juga:Deretan Wisata Air Ramah Lansia di Sumedang Kota, Akses Jalan Mudah dan Tiket Murah Meriah!Petani Butuh Akses Jalan untuk Angkut Hasil Panen

Pengunjung yang tak bisa menangkap maksud sang pria pun merasa kesal, dan meminta penjelasan lagi tapi si pria malah pergi begitu saja sebelum obrolan mereka selesai.

Dengan kurangnya kejelasan, akhirnya menjadi sebuah kesimpulan (Dilarang mendokumentasikan momen di Pantai Bantul). Video tersebut langsung tersebar hanya dengan kurun waktu hitungan jam, di semua platform media.

Menanggapi hal ini, Pemkab Bantul langsung membuat video klarifikasi dan mengatakan bahwa kabar tersebut tidak benar, karena pemerintah tak pernah membuat aturan semacam iti, semua pengunjung dibebaskan berfoto ataupun menbuat video sebagai dokumentasi kenang-kenangan.

Pemkab Bantul juga mengungkapkan bahwa mereka justru mendukung kegiatan tersebut, sebagai bentu promosi tempat wisata secara tidak langsung, juga supaya orang-orang lebih mengenal pantai di kawsan Bantul.

Setelah videonya beredar dan mendapat banyak judge warganet yang menyaksikan, pihak keluarga tersangka langsung membuat video klarivikasi dan meminta maaf atas peristiwa tak mengenakkan tersebutm mereka mengaku ini murni kesalahan dari pihak mereka.

Karena merasa ada yang janggal, salah satu oknum memutuskan untuk meneliti lagi video tersebut dan terungkap maksud utama tersangka.

Tersangka bukan bermaksud melarang pengunjung untuk berfoto, tapi ia meminta agar pengunjung yang membawa kamera pro tak memotret pengunjung lain apalagi sampai menjual hasilnya, karena itu akan mengganggu bisnis para jasa foto langsung jadi.

Baca Juga:Wamen Ossy Lepas 30 Taruna STPN Ikuti KKN Pertanahan Untuk Restorasi Arsip Pascabencana di Aceh dan SumutAnggaran Tata Kota Sumedang Disorot, Kabel Semrawut Masih Jadi Pemandangan

Untuk saat ini tak ada info lain mengenai kasus tersebut, namun kisah ini bisa dijadikan peringatan agar kita lebih tenang dalam menghadapi sesuatu, juga lebih jelas dalam mengomunikasikan sesuatu supaya tak terjadi kesalahpahaman.

0 Komentar