SUMEDANGEKSPRES – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam sejumlah wilayah Jawa Barat.
Hingga pekan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 404 kejadian karhutla di 21 dari 27 kabupaten dan kota.
Karhutla tersebut tersebar di 276 desa dan kelurahan yang berada di 165 kecamatan.
Baca Juga:Panen Lebih Baik, Petani Sumringah2027, Trunamanggala Bidik Tiga Program
Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan, Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi. Tercatat sebanyak 75 kejadian terjadi di Sumedang hingga pekan ini.
“Karhutla sudah terjadi di 21 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Karhutla melanda 276 desa dan kelurahan di total 165 kecamatan,” kata Hadi, Kamis (1/10).
Setelah Sumedang, jumlah kejadian terbanyak tercatat di Kabupaten Cianjur dengan 55 kejadian, Kabupaten Ciamis 46 kejadian, dan Kabupaten Subang 34 kejadian.
Secara keseluruhan, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 668,25 hektare.
Menurut Hadi, turunnya hujan di sejumlah wilayah belum serta-merta menghilangkan ancaman karhutla. Hujan yang turun masih belum merata sehingga kondisi lahan di sejumlah daerah tetap perlu diwaspadai.
“Meski hujan sudah turun di sejumlah daerah, hujan belum merata, sehingga potensi karhutla masih harus terus diwaspadai,” ujarnya.
BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan masih kering.
Warga diminta tidak membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Baca Juga:Kades Cijambu Ditemukan Meninggal Polisi Dalam Penyebab Kematian Syamsi Suparman Komjen Suyudi Ario Seto Diusulkan Jadi Kapolri
Karhutla kini telah menjangkau sebagian besar wilayah Jawa Barat. Dengan Sumedang mencatat angka kejadian tertinggi, kewaspadaan terhadap sumber api masih menjadi perhatian meski musim hujan mulai datang.(win)
