Lumbung Pangan Baznas, Cetak Mustahik Jadi Muzakki, Ayi Subhan: Harus Mampu Mengubah Kehidupan
SUMEDANGEKSPRES – Dana umat tak hanya dibagikan. Baznas Kabupaten Sumedang ingin dana itu “ditanam” agar tumbuh menjadi sumber penghidupan baru.
Melalui program penanaman jagung di Kecamatan Tanjungmedar, sekitar 50 petani akan menggarap lahan seluas sekitar 50 hektare. Penanaman dijadwalkan dimulai saat musim penghujan.
Baca Juga:HUT ke-68 Smansa, Dony Bekali Siswa Empat Modal SuksesGolkar Sumedang Siap Gelar Musda, Asep Kurnia: Proses Pencalonan Mengikuti Tahapan
Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan Hafas menyebutkan, program tersebut bukan sekadar kegiatan pertanian. Ada misi yang lebih besar, yakni membuktikan kepada para muzakki, bahwa dana yang mereka titipkan dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
“Program ini bukan hanya sekadar kegiatan, tapi merupakan dakwah. Kita memperlihatkan kepada muzakki, bahwa dana umat bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” kata Ayi usai lounchin Program Lumbung Pangan Baznas Kabupaten Sumedang di kantornya, Jumat (2/10).
Dikatakan, Baznas tidak akan melepas petani setelah bantuan diberikan. Pendampingan dilakukan sejak persiapan, penanaman hingga panen. “Setelah itu, petani didorong kembali menanam dengan pola yang sama.” ungkap Ayi.
Sebab, kata Ayi, ukuran keberhasilan program tersebut bukan hanya berapa banyak jagung yang dipanen, melainkan, bagaimana hasil pertanian tersebut mampu mengubah kehidupan penerima manfaat.
“Intinya bagaimana dari hasil pertanian ini bisa berubah dari mustahik menjadi muzakki,” ujar Ayi.
Dalam skema ini, sambung Ayi, petani tetap menjadi pelaksana utama. Baznas berperan sebagai pemberi intervensi, pendamping, sekaligus pengawas agar program berjalan sesuai tujuan.
“Dengan pola ini, zakat diarahkan bukan sekadar menjadi bantuan konsumtif. Dana umat diposisikan sebagai modal produktif untuk membuka jalan menuju kemandirian,” imbuhnya.
Baca Juga:Dapat Dukungan Penuh, Bunda Bilqis Siap Nahkodai Partai Golkar: Ini SejarahBupati: Reforma Agraria, Cimarias-Cinangerang Jadi Prioritas
Dari 50 hektare lahan dan 50 petani, Baznas berharap yang tumbuh bukan hanya jagung. Tetapi juga kemandirian.
“Dan pada akhirnya, penerima zakat hari ini diharapkan menjadi orang yang mampu berzakat di kemudian hari,” tandasnya. (red)
