Lelaki Kecilku

Lelaki Kecilku
Jaman memang sudah berubah. Orang tua jadul tak kenal istilah “family time”. Anak-anak lebih banyak main dengan teman sebayanya.( ILUSTRASI).
0 Komentar

Tentu pendidikan menjadi fondasi untuk masa depan anak-anak kami.

Sebab hanya dengan pendidikanlah, masa depan anak-anak kami ditentukan. Selain doa dan keuletan serta kerja keras yang mengiringi.

Pesan kami; kalian harus mapan ilmu, pemikiran, akhlak dan ekonomi, dan itu harus dengan kerja keras, ulet, belajar yang rajin, dan sabar. Hidupmu harus bermanfaat untuk siapapun.

Jangan menyusahkan orang. Jaga dan rukun dengan keluarga (orang tua, kakak, ade, semua saudara. Harus silih asah (saling menasehati dan menjaga), silih asih (saling menyayangi), silih asuh (saling mendukung) dengan saudara.

Baca Juga:Polres Sumedang Gelar KRYD Gabungan, Fokus Patroli Edukasi dan Antisipasi Gangguan KamtibmasPolres Sumedang Sampaikan Perkembangan Terkini Penanganan Longsor Cadas Pangeran

Berbakti dan khidmah kepada orang tua. Jangan pernah tinggalkan solat dalam keadaan apapun kecuali koma. Terakhir lakoni wiridan, itu penting untuk kekuatan hati, mental dan doa.

Hidupmu ada pada kesungguhanmu sendiri. Mungkin tidak akan mudah.

Semoga kami bisa terus mendampingimu nak, sampai kami sudah tak sanggup lagi bernafas. Namun doa dan restu kami akan terus menemani kalian sampai kapan pun. (Kang Marbawi, 110426)

Mungkin yang tak berubah adalah kasih sayang orang tua. Dengan cara berbeda, implementasinya.

Tantrum: Anak bisa marah ketika keinginannya tidak terpenuhi.

Rasa ingin tahu berlebihan: Banyak bertanya dan mencoba hal baru, kadang berisiko.

Kesulitan berbagi: Masih egosentris, sehingga konflik dengan teman sering terjadi.

0 Komentar