Menurut Dony, digitalisasi data Perlinsos sangat penting karena data yang akurat dan diperbarui secara cepat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil keputusan dan memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang berhak tetapi tidak mendapatkan pelayanan, dan tidak ada pula bantuan yang salah sasaran. Karena itu, data harus terus diperbarui, diverifikasi dan diintegrasikan,” ujarnya.
Dony menegaskan Pemkab Sumedang akan terus memperkuat sistem digital Perlinsos sekaligus mempertahankan pendekatan personal melalui agen dan aparatur di lapangan.
Baca Juga:Momentum Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Dorong Penguatan UMKM melalui Pendampingan di Desa BrilianBuka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
“Prinsip kami sederhana, data harus cepat, akurat dan terintegrasi, tetapi pelayanan tetap harus manusiawi. Masyarakat yang sudah siap menggunakan layanan digital kita berikan kemudahan secara mandiri, sementara masyarakat yang membutuhkan pendampingan akan tetap kita datangi dan layani secara langsung,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat integrasi layanan digital di berbagai sektor pemerintahan.
“Ke depan kita ingin kecepatan digitalisasi ini tidak hanya terjadi pada Perlinsos, tetapi juga pada seluruh pelayanan publik. Ukuran keberhasilan digitalisasi bukan banyaknya aplikasi yang kita miliki, melainkan seberapa besar teknologi mampu membuat masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, tepat dan transparan,” pungkas Dony.
