Sementara itu, Danru 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sumedang, Nugraha Ajang Sopian, mengatakan proses pemadaman menghadapi kendala, terutama karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.
Menurut Nugraha, petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit dari BPBD untuk menangani kejadian tersebut.
Selain kendala sumber air, kondisi peralatan, termasuk sejumlah selang berukuran kecil yang mengalami kebocoran, turut menghambat proses pemadaman.
Baca Juga:Matangkan Persiapan Pilkades Serentak 2026 Kesiapan Teknologi dan Regulasi Jadi Kunci Utama Jika Hujan Deras Jalan Lingkar Utara Jatigede Harus Ditutup
Petugas membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mengendalikan api. Setelah kobaran berhasil dipadamkan, proses dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Proses pemadamannya satu jam lebih. Kalau sekarang lagi proses pendinginan, api sudah terkendali,” kata Nugraha.
Meski aula mengalami kerusakan berat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak pesantren memperkirakan kerugian materiil akibat kebakaran mencapai sekitar Rp800 juta.(red)
