Ponpes Annur Dilalap Api Pastikan Tak ada Korban Kerugian Ditaksir Ratusan Juta 

Ponpes Annur Dilalap Api Pastikan Tak ada Korban Kerugian Ditaksir Ratusan Juta 
EVALUASI: Kebakaran Ponpes Annur Sumedang pada Minggu (18/10) menghanguskan aula dan perlengkapan pesantren. Kerugian ditaksir Rp800 juta, tanpa korban jiwa.(tangkapan layar)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES– Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Annur di Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (18/10) siang.

Bangunan aula beserta sejumlah perlengkapan di dalamnya hangus terbakar, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp800 juta.

Dalam rekaman video amatir yang beredar, kobaran api terlihat membesar dan melalap bagian aula pesantren. Sejumlah warga dan santri berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi sebelum api semakin meluas.

Baca Juga:Matangkan Persiapan Pilkades Serentak 2026 Kesiapan Teknologi dan Regulasi Jadi Kunci Utama Jika Hujan Deras Jalan Lingkar Utara Jatigede Harus Ditutup

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Sumedang, BPBD, TNI, dan Polri diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Pengasuh Ponpes Annur Sumedang, Hasul Milah Zainul Haq, mengatakan api pertama kali diketahui oleh sejumlah santri yang tinggal di lingkungan pesantren. Sumber api diduga berasal dari area perkebunan bambu di belakang bangunan.

“Api awalnya ditemukan oleh sebagian anak yang tinggal di sini, dari arah belakang, di area perkebunan bambu. Kemudian api merembet dengan cepat karena kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang,” kata Hasul.

Menurut dia, api pertama kali terlihat di bagian atas kamar mandi yang berada di belakang bangunan. Keberadaan pohon bambu di sekitar lokasi diduga turut mempercepat perambatan api hingga mencapai aula pesantren.

“Awal yang terbakar di atas kamar mandi yang di belakang. Kebetulan kan ada pohon bambu,” ujarnya.

Luas bangunan yang terdampak diperkirakan lebih dari 100 meter persegi. Sejumlah barang di dalam aula tidak berhasil diselamatkan, di antaranya peralatan pengajian, lemari, miniatur kereta kencana, perangkat sound system, dan karpet. Bagian atap bangunan juga mengalami kerusakan parah.

“Di dalam aula terdapat alat-alat pengajian, terus lemari-lemari, ada kereta kencana juga miniaturnya. Terus ada juga alat-alat sound system, karpet habis semua terbakar,” tutur Hasul.

Baca Juga:Hadirkan Teknologi Pengolahan Sampe Wedang Kuliner Khas Rancakalong Siap MenduniaBupati Dony Tinjau Green House Rancakalong

Saat api mulai membesar, para santri sempat berusaha memadamkan kobaran menggunakan peralatan seadanya, termasuk ember. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api terus membesar dan angin mempercepat penyebarannya.

“Anak-anak sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan manual menggunakan ember seadanya. Namun, karena anginnya begitu kencang, api akhirnya tidak bisa dikendalikan,” katanya.

0 Komentar