Kedua, menjadi jembatan promosi perpustakaan agar semakin dikenal, dimanfaatkan, dan diakses oleh masyarakat. Ketiga, terlibat aktif dalam berbagai program dan kegiatan literasi yang diselenggarakan pemerintah daerah maupun komunitas.
“Saya tekankan, Duta Baca jangan hanya menjadi penyandang gelar atau simbol semata. Jadilah teladan, penggerak, sekaligus jembatan yang menghubungkan perpustakaan dengan masyarakat. Tunjukkan melalui tindakan nyata bahwa membaca merupakan kebutuhan dan bagian dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat gerakan literasi sebagai investasi jangka panjang bagi terwujudnya generasi emas Kabupaten Sumedang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas pengetahuan, karakter, serta kemampuan masyarakatnya.
Baca Juga:Bupati Dony Buka Liga Santri Mini Soccer 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sportivitas SantriBupati Sumedang Buka POR PGRI 2026, 1.523 Atlet untuk Perkuat Solidaritas Guru
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Saya mengajak seluruh perangkat daerah, sekolah, pemerintah kecamatan dan desa, komunitas, serta masyarakat untuk bersama-sama mendukung para Duta Baca agar gerakan literasi semakin luas, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat Slamet, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menjaring dan menetapkan figur generasi muda yang memiliki kecakapan, wawasan, serta komitmen tinggi untuk menjadi ikon sekaligus penggerak budaya baca di masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, terpilih enam pemenang yang terdiri atas juara pertama, kedua, dan ketiga kategori putra serta juara pertama, kedua, dan ketiga kategori putri.
“Juara pertama dan kedua putra maupun putri selanjutnya akan dikirim sebagai perwakilan Kabupaten Sumedang untuk mengikuti pemilihan Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026,” jelas Taufik.
Adapun juara pertama kategori putra diraih Muhammad Gilang Rizki Al Fajri dari Kecamatan Wado, sedangkan juara pertama kategori putri diraih Clara Olivia dari Kecamatan Buahdua.
Melalui pemilihan dan pembekalan Duta Baca Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kecakapan literasi, tetapi juga mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya untuk menjadikan membaca sebagai budaya, pengetahuan sebagai kekuatan, dan karakter sebagai fondasi dalam membangun Sumedang yang semakin maju.
