SUMEDANGEKSPRES – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan penguatan gerakan literasi harus menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Untuk itu, Duta Baca Sumedang diharapkan tidak sekadar menjadi simbol, tetapi mampu menjadi teladan sekaligus motor penggerak budaya membaca dan literasi di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Dony Ahmad Munir dalam kegiatan Pembekalan Motivasi dan Pemberian Selempang Duta Baca Sumedang Tahun 2026 di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Senin (19/10/2026).
Menurut Bupati, literasi tidak sebatas kemampuan membaca buku, tetapi juga merupakan proses membangun masyarakat yang berpengetahuan, berpikir kritis, memiliki wawasan luas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai budaya.
Baca Juga:Bupati Dony Buka Liga Santri Mini Soccer 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sportivitas SantriBupati Sumedang Buka POR PGRI 2026, 1.523 Atlet untuk Perkuat Solidaritas Guru
“Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang Duta Baca Kabupaten Sumedang Tahun 2026. Saya berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menjadi awal dari kontribusi nyata dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Sumedang,” ujar Dony.
Ia mengatakan, tema kegiatan “Ngamumule Aksara, Ngawangun Bangsa” mengandung makna mendalam bahwa upaya melestarikan aksara, menjaga warisan budaya, dan membangun bangsa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Literasi, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menanamkan karakter, memperkuat identitas budaya, dan membentuk masyarakat yang terbuka terhadap ilmu pengetahuan.
Hal tersebut sejalan dengan misi pertama pembangunan Kabupaten Sumedang, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang agamis dan berkarakter.
“Kita ingin masyarakat Sumedang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal,” katanya.
Bupati Dony menekankan, para Duta Baca Sumedang Tahun 2026 harus mampu menerjemahkan amanah yang diemban ke dalam aksi nyata. Keberadaan mereka diharapkan dapat memperluas jangkauan gerakan literasi, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus mendekatkan perpustakaan dengan kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan tiga peran utama yang harus dijalankan para Duta Baca. Pertama, menjadi teladan atau role model dalam membangun kebiasaan membaca dan budaya belajar.
