Puncak Peringatan Hari Santri di Sumedang: Ribuan Santri Lantunkan Sholawat di Islamic Center

Puncak Peringatan Hari Santri di Sumedang: Ribuan Santri Lantunkan Sholawat di Islamic Center
Suasana khusyuk dan khidmat menyelimuti Lapangan Pusdai Islamic Center Sumedang pada Kamis malam (23/10/2026).
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – ​Suasana khusyuk dan khidmat menyelimuti Lapangan Pusdai Islamic Center Sumedang pada Kamis malam (23/10/2026).

Ribuan santri dari berbagai penjuru Kabupaten Sumedang memadati lokasi untuk menghadiri acara Sumedang Bersholawat dan Tabligh Akbar, yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sumedang.

​Acara ini dihadiri langsung oleh pendakwah sekaligus youtuber sholawat kenamaan, Gus Aldi (Muhammad Aldiansyah), Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, serta jajaran ulama, tokoh agama, dan ribuan santri yang antusias melantunkan sholawat bersama.

Baca Juga:Jadi Momentum Sampaikan Visi-MisiKampanye Pilkades di Desa Kebonjati Diharapkan Kondusif

​Dalam sambutannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyebut malam puncak ini sebagai momen yang sangat istimewa.

​”Malam Puncak ini diisi kegiatan Sumedang Bersholawat. Ini luar biasa, para santri hadir di tempat ini tanpa imbalan, bukan karena jabatan, dan bukan berkaitan dengan urusan duniawi. Tapi datang murni ingin memperingati Hari Santri dengan Sumedang Bersholawat,” ujar Dony.

​Bupati meyakini bahwa kehadiran serta setiap langkah para santri menuju majelis tersebut dicatat sebagai amal kebaikan di sisi Allah SWT.

​”Setiap lantunan sholawatnya menjadi sababiah turunnya rahmat dari Allah SWT. Setiap doa yang kita mohonkan dan kita panjatkan malam ini, insya Allah dikabulkan oleh-Nya,” tambahnya.

​Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa Peringatan Hari Santri hendaknya dijadikan momentum dan wahana untuk mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa. Ia mengingatkan bahwa para ulama dan santri memiliki rekam jejak yang panjang dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

​”Saya menyerukan kepada para santri, jangan pernah merasa menjadi generasi kedua. Jangan merasa santri ada di pinggiran sejarah. Santri berada di posisi yang sangat penting untuk sejarah saat ini dan masa depan Indonesia,” tegas Bupati.

​Menghadapi era modernisasi dan perkembangan dunia yang kian pesat, Bupati Dony mengingatkan bahwa tantangan bagi para santri ke depan akan semakin kompleks. Berbagai ancaman sosial seperti judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, narkoba, minuman keras, perilaku hedonis, intoleransi, radikalisme, hingga korupsi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi.

0 Komentar