Ia menegaskan, program ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata dalam mengatasi persoalan ATS, baik dengan mengembalikan mereka ke sekolah formal maupun lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai persoalan ATS membutuhkan terobosan yang nyata dan langkah-langkah yang lebih progresif agar dapat diselesaikan secara menyeluruh. “Harus ada terobosan radikal berdasarkan tujuan untuk menyelesaikan ATK,” katanya.
Ia menambahkan, Sumedang memiliki rekam jejak dan tradisi panjang dalam bidang pendidikan sehingga dinilai tepat menjadi lokasi percontohan program tersebut.
Baca Juga:Lepas Kontingen Porsadin ke Cianjur Bupati Sumedang Minta Santri Jaga Sportivitas dan Tampil MaksimalDua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 LP2B Lampau
Identitas Sumedang sebagai pusat pendidikan menjadi modal untuk mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak.
Melalui kolaborasi pemerintah, relawan, satuan pendidikan, dan masyarakat, Relima Peduli Pendidikan diharapkan dapat mempercepat penanganan ATS di Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, semakin banyak anak memperoleh kesempatan untuk kembali belajar, mengembangkan potensi diri, dan meraih masa depan yang lebih baik.
