Sumedang Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2027

Sumedang Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2027
Kabupaten Sumedang menjadi pilot project program Relima (Relawan Literasi Masyarakat) Peduli Pendidikan yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Program ini menjadi upaya untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke jalur pendidikan formal maupun nonformal, dengan target Sumedang bebas ATS pada 2027.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Kabupaten Sumedang menjadi pilot project program Relima (Relawan Literasi Masyarakat) Peduli Pendidikan yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Program ini menjadi upaya untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke jalur pendidikan formal maupun nonformal, dengan target Sumedang bebas ATS pada 2027.

Program Relima Peduli Pendidikan dilatarbelakangi oleh tingginya angka ATS di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang. Di Kabupaten Sumedang, jumlah ATS diperkirakan mencapai 5.000 anak.

Melalui program ini, para relawan akan bergerak untuk menemukan anak-anak yang tidak bersekolah, mendampingi mereka dengan memberikan motivasi dan penguatan, serta membantu mengatasi berbagai hambatan agar mereka dapat kembali mengenyam pendidikan.

Baca Juga:Lepas Kontingen Porsadin ke Cianjur Bupati Sumedang Minta Santri Jaga Sportivitas dan Tampil MaksimalDua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 LP2B Lampau

Sumedang dipilih sebagai lokasi percontohan karena dinilai memiliki ekosistem pendidikan yang kuat, kemampuan digital yang matang, serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyambut baik pelaksanaan Relima Peduli Pendidikan. Literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat, termasuk dalam mengambil keputusan yang tepat dan berpartisipasi dalam pembangunan.

“Penting sekali apabila literasi daerah sangat tinggi, karena masyarakat bisa mengambil keputusan yang tepat dan berpartisipasi. Kalau masyarakatnya literat, pemerintah juga akan sangat terbantu dalam menyampaikan program dan kebijakan,” kata Bupati Dony saat menerima Kunjungan Kepala Perpusnas RI di Gedung Negara, Jum’at (23/10/2026).

Dalam pelaksanaan Relima Peduli Pendidikan, Pemkab Sumedang akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan Program Keluarga Harapan (PKH), ketua RT/RW, hingga kepala sekolah dan guru.

Mereka akan diberi penugasan untuk membantu mengidentifikasi dan mengajak anak-anak yang tidak bersekolah agar kembali melanjutkan pendidikan.

Pemerintah daerah juga akan menyediakan data lokasi sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai informasi pendukung, sehingga anak-anak yang ditemukan dapat diarahkan ke satuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. Aminudin menjelaskan bahwa Relima Peduli Pendidikan merupakan gerakan relawan literasi yang memanfaatkan literasi sebagai jalan untuk membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang tidak bersekolah.

Baca Juga:Jadi Lebih Mudah Diakses Masyarakat Apresiasi Layanan ATR/BPN DekatPuncak Peringatan Hari Santri di Sumedang: Ribuan Santri Lantunkan Sholawat di Islamic Center

“Gagasan utamanya adalah literasi untuk membuka jalan kembali ke pendidikan, melalui tiga langkah, yaitu temukan, dampingi, dan kembalikan ke sekolah,” ujarnya.

0 Komentar