Makna dan Tata Cara Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Makna dan Tata Cara Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan
Tadarus Al-qur'an menjadi ibadah yang harus diutamakan di Bulan Ramadhan (foto : pixabay)
0 Komentar

sumedangekspres – Bulan Ramadhan sering dikatakan sebagai bulan Al-Quran. Membaca dan mengamalkan Al-Quran seperti tadarus pada Ramadan sangatlah penting bagi kita umat Islam.

Seperti diketahui, wahyu Al-Quran pertama kali diturunkan pada 17 Ramadan sebelum hijriah, dimana ketika Nabi Muhammad SAW berkhalwat di gua Hira. Oleh karena itu, setiap tahunnya, 17 Ramadan diperingati sebagai momen Nuzulul Quran.

Rasulullah SAW juga memberikan teladan tadarus Al-Quran setiap Ramadan, sebagaimana tertera dalam hadis riwayat Abu Huraira. Melakukan tadarus Al-Quran pada Ramadan sejalan dengan semangat Syahrul Quran itu sendiri.

Baca Juga:Kisah Teladan Rasulullah Saat Menjalani Ibadah di Bulan Suci RamadhanBuka Puasa Sering Kekenyangan, Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Hal Itu?

“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi SAW setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah SAW Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya),” (H.R. Bukhari).

Disana dikatakan bahwa Rasulullah SAW tidak tadarus sendirian, melainkan bersama-sama dengan Malaikat Jibril yang mengajarkan bacaan Al-Quran di setiap Ramadan. Karena itulah, otentisitas Al-Quran dari wahyu Allah SWT.

Tadarus sendiri mengandung makna sebuah kegiatan yang dilakukan dua pihak atau lebih. Jika dilakukan sendirian saja, tidak bisa disebut tadarus dikarenakan  tadarus mencakup makna partisipasi dari orang lain.

Oleh karena itu, pengertiannya ialah tilawah Al-Quran secara berkelompok dan dilakukan  untuk ibadah kepada Allah SWT dan memperdalam pemahaman serta pengamalan terhadap Al-Quran.

Karena dilakuman secara bersama-sama dan berkelompok, maka umat Islam satu sama lain bisa saling membetulkan bacaan jika keliru atau belum benar pelafalan tajwid Al-Qurannya.

Sementara untuk tata cara tadarus yang benar, sebagaimana ibadah lainnya, membaca Al-Quran memiliki tata cara serta ketentuan tertentu yang harus diikuti setiap umat muslim.

Beberapa ketentuan tata cara tadarus yang baik, sebagaimana ditulis Feisal Ghozaly dan Achmad Buchori Ismail dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2014) dilansir dari tirto.id :

1.Ketika akan membaca Al-Qur’ān hendaklah berwudu lebih dahulu

  1. Mengawalinya dengan membaca ta’awuż dan basmalah.

 

0 Komentar