Longsor Di Kawasan Tambang Ilegal Maluku, 2 Anak Kembar dan Ayahnya Hilang

Editor:

sumedangekspres – Telah terjadi peristiwa longsor yang mengakibatkan 2 anak kembar serta ayahnya hilang di daerah Tambang Ilegal Maluku, Dusun Huling, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagiaj Barat, Maluku, sampai Selasa malam (5/7/2022).

ayahnya Abdul Rahman yang berusia 49 tahun dan 2 anak kembarnya yang baru saja berumur 8 tahun, adalah korban longsor di kawasan Tambang Ilegal Maluku Utara yang dinyatakan hilang.

Diketahui, kedua atau 2 bocah korban longsor di kawasan Maluku itu bersekolah di SD 79 Ambon.

Ketika sedang tertidur di dalam tenda di kawasan tersebut, istrinya dari ayah tersebut Tini Sohilay dan Abdul Rahman serta 2 bocah kembar tersebut tertimpa longsor dan dinyatakan hilang pada pukul 03.33 WIT dini hari.

Hingga kini, Tini istri Abdul didapatkan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Akan tetapi, korban yang bernama Abdul Rahman berusia 49 tahun dan dua anaknya yang kembar berumurb8 tahun masih belum di ketahui dan dinyatakan hilang.

Kedua bocah tersebut diketahui bersekolah di SD 79 Ambon.

Abdul Rahman bersama istrinya, Tini Sohilay, dan dua anak kembarnya tertimbun longsor saat sedang tertidur di dalam tenda di kawasan tersebut sekira pukul 03.00 WIT dini hari tadi.

Saat ini, baru Tini yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Jasad Tini telah dibawa keluarganya ke Ambon dan telah dimakamkan di kawasan Ahuru, Kecamatan Sirimau sekitar pukul 18.20 WIT malam tadi.

“Almarhumah sudah dimakamkan di Ahuru menjelang magrib tadi. Kalau dua anak dan bapaknya belum ditemukan,” kata Abjan salah satu kerabat korban kepada Kompas.com, Selasa malam.

Terkait jumlah korban dalam musibah longsor di kawasan tambang Sinabar itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seram Bagian Barat kembali memperbarui datanya.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Manda Kamelane, jumlah warga yang tertimbun longsor dalam musibah tersebut berjumlah sembilan orang.

Tiga orang telah ditemukan selamat, tiga ditemukan meninggal dunia, dan tiga lainnya masih dicari.

Sebelumnya Manda menyebut ada enam orang yang tertimbun longsor dalam musibah tersebut.

“Jadi jumlah total itu sembilan orang. Tiga ditemukan selamat, tiga ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya masih hilang diduga masih tertimbun,” kata Manda kepada Kompas.com.

Pihaknya telah mendatangi lokasi longsor dan berkoordinasi dengan TNI Polri dan juga warga di lokasi tersebut.

“BPBD telah ke lokasi bencana berkoordinasi dengan aparat TNI Polri melakukan penanganan dan bersama warga mencari tiga korban hilang. Kami mengimbau agar warga tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.

Kepala BPBD Maluku Henry Farfar sebelumnya telah memastikan bahwa longsor itu terjadi di kawasan tambang Sinabar ilegal di Kecamatan Huamual.

“Itu kejadiannya di lokasi tambang Sinabar ilegal,” ujarnya. (Pkl2/Nina)

Sumber: regional.kompas.com

Baca juga: Video Viral Mobil Diamuk Massa dan Sopir Ditangkap di Sunter, Polisi: Itu Pelaku Kasus Penyekapan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *