Ikan Jatigede Harus Punya Nilai Jual Tinggi

Editor:

sumedang, DARMARAJA – Ikan yang berasal dari perairan Waduk Jatigede harus punya nilai jual tinggi.

 

Untuk saat ini, para nelayan di Waduk Jatigede hanya bisa menangkap ikan lalu menjualnya ke pengepul dengan harga kisaran Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Hal itu dikarenakan ikan yang dijual para nelayan hanya ikan mentah segar.

 

Meski demikian, keberadaan ikan di Waduk Jatigede cukup membantu kebutuhan hidup warga sekitar waduk yang berpropesi sebagai nelayan. Hanya saja manfaat yang didapatkan masih kurang maksimal.

 

Kepala Desa Sukamenak Wawat Suwati menyebutkan, untuk merubah hal itu (memaksimalkan manfaat ikan), memang tidak mudah. Sebab, ada beberapa faktor yang menghambat potensi ikan sebagai bahan baku olahan makanan. Diantaranya permodalan, pemasaran dan bahan baku ikan yang kadang-kadang minim.

 

“Untuk saat ini saya berpendapat bahwa tiga faktor tersebut itu cukup mempengaruhi perkembangan pengolahan ikan,” katanya, Senin (26/9).

 

Dia mengakui, sebagian warga di desanya dari segi sumber daya manusianya sudah cukup mumpuni. Apalagi pernah dilakukan pelatihan untuk menjadikan ikan sebagai bahan dasar bakso dan abon.

 

“Kalau keahlian masyarakat untuk mengolah ikan memang tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja permodalan, pemasaran dan konsistensi stok ikan menjadi sandungan bagi kami,” katanya.

 

Dalam hal ini, pihaknya sangat menyayangkan beberapa jenis ikan di waduk yang nilai jualnya cukup rendah. Seperti ikan patin, harga di pengepul hanya kisaran Rp 10 ribu/kilogram. Hal itu dikarenakan setelah ikan tersebut berada di pengepul, peminatnya sangat minim, lain lagi dengan jenis ikan mujair yang harganya lebih tinggi.

 

“Seharusnya, jenis ikan yang harganya minim itu bisa diolah masyarakat untuk mendongkrak nilai jual ikan tersebut. Setelah disulap jadi produk makanan dengan nilai jual yang cukup tinggi, bisa dijual ke pengepul. Seperti jenis ikan mujair yang harganya lumayan tinggi karena banyak peminat,” katanya.

 

Wawat menegaskan, selain sarana penunjang, mental masyarakatnya juga harus diasah. Sebab, untuk pencapaian kesuksesan perlu ada niat yang kuat disertai mental yang bagus.

 

“Tapi masyarakatnya juga harus benar-benar mau menekuni produksi makanan yang berbahan dasar ikan,” jelasnya. (eri)

 

Baca juga: Hadirkan Program Figur Inspiratif UMKM, BRI Ajak Pelaku Usaha Semakin Bertumbuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *