Penerapan PTSS SMP 4 Sumedang 100 Persen

Penerapan PTSS SMP 4 Sumedang 100 Persen
Penerapan PTSS SMP 4 Sumedang 100 Persen
0 Komentar

sumedang, KOTA – Untuk Program Transfomasi Sekolah Simpati (PTSS) di SMPN 4 Sumedang sudah hampir 100% dilaksanakan. Pelaksanaanya mengacu pada kebijakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

Program ini diterapkan di SMPN 4 Sumedang, karena sekolah itu adalah investasi untuk anak-anak masa depan.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMPN 4 Sumedang Soni Darma Jatnika SPd Bio yang mendapatkan anugrah piagam penghargaan The Best Favorite School in Education Quality Excellent of the Year dari Indonesian Achievement Centre.

Baca Juga:700 KPM Regol Wetan Terima BansosPGRI Cimanggung Galang Dana Korban Gempa Cianjur, Peringati Hari Guru Nasional ke 77

“Untuk implementasi PTSS di lapangan diselaraskan dengan visi sekolah yaitu Pakar Inspiratif,” katanya beberapa waktu lalu.

Dalam visi Pakar Inspiratif, lanjut dia, akan terakumulasi empat program PTSS ini. Pertama, Transformasi Kurikulum yang berkaitan dengan kualitas proses pembelajaran. Untuk kualitas proses pembelajaran di SMPN 4 Sumedang maka implementasi yaitu melaksanaka Lesson study Learning Communiti.

“Alhamdulillah, pada hari Kamis (24/11) itu ada kunjungan studi banding dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) berkunjung untuk sharing pelaksanaan Lesson Study,” katanya.

Soni menjelaskan, kedua untuk Transformasi Peserta Didik. Dimana, ada literasi numerasi dan karakter. Ini untuk literasi dan numerasi implementasinya yaitu di dalam proses pembelajaran, seperti bagaimana membuat soal-soal High Order Thinking Skill (HOTS).

“Jadi kalau dahulu itu hanya pilihan ganda. Kalau dalam literasi dan numerasi, item soalnya itu ditambah ada bacaan dulu, baru mengarah ke soal yang harus dikerjakan, yang mengarah ke Asesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK),” jelasnya.

Setelah itu, kata dia, karakter. Di dalam karakter itu masuk ke visi sekolah. Misalnya melaksanakan program pembinaan literasi bahasa Indonesia, literasi bahasa Inggris,  literasi baca Alquran, etika tata krama, olahraga, sarapan bersama kemudian ragam budaya Sunda, Sholat Dhuha bersama. “Itu semua masuk ke transformasi peserta didik di bidang karakter,” katanya.

Lalu ketiga, yaitu Transformasi untuk peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan secara berkelanjutan. Itu masuk pada Lesson Study yaitu continues improvement. “Apa yang sudah direncanakan, dipraktekan di kelas kemudian direfleksi hasilnya bagus apa tidak. Kemudian, perencanaan itu diulang atau Reading Design setelah diulang dilaksanakan lagi,” sambung dia.

0 Komentar