1. Pahami Kemampuan Bahasa dan Terjemahan Pada Diri Kita
Jika ingin memulai karier untuk menjadi penerjemah bahasa, coba pahami sampai sejauh mana kemampuan pemahaman bahasa yang kita miliki.
Banyak yang beranggapan kalau kita sudah bisa bahasa asing (katakanlah Bahasa Inggris) beberapa ada yang beranggapan kalau ia sudah bisa menerjemahkan.
Padahal proses penerjemahan itu tidak hanya proses menerjemahkan saja, tapi banyak aspek yang harus kita pahami.
Baca Juga:10 Tips untuk Sukses sebagai Freelancer Terjemahan5 Strategi Pemasaran yang Efektif untuk Mempromosikan Jasa Freelancer!
Contohnya pemahaman kita akan konteks bahan yang sedang diterjemahkan, pemahaman kita akan pedoman penulisan (ejaan yang disempurnakan).
Seperti gaya menulis, gaya penyampaian, terlebih lagi yaitu pemilihan kata yang akan kita gunakan.
Sekali pun ia adalah penerjemah yang sudah lama di dunia terjemahan, terkadang penerjemah tersebut agak sedikit bingung dengan kata-kata apa yang akan ia gunakan.
Saat ia akan menerjemahkan sebah kata. Misalnya saja kata-kata, “person”. Memang secara leksikalnya (arti di dalam kamus) arti “person” adalah “orang”.
Tapi artinya bisa bermacam-macam tergantung konteksnya, bisa saja menjadi, pelaku, oknum, kenalan, teman, orang, seseorang, dsb.
2. Mulailah Menerjemahkan dari Hal Yang Kita Kuasai
Dalam dunia terjemahan, beda bahan akan berbeda pula gaya penulisan yang akan kita gunakan.
Misalnya, penulisan bahasa koran akan berbeda dengan penulisan bahasa sebuah surat perjanjian atau bahasa dalam terjemahan novel.
Baca Juga:Pelanggaran Privasi, ChatGPT Diblokir di Italia!Tantangan dan Peluang Menjadi Freelancer!
Karena itu ketahui di mana posisi kita, bidang terjemahan apa yang kita kuasai. Termasuk pula bidang keilmuannya.
Misalnya beberapa sebuah kata akan berbeda artinya apabila digunakan di berbagai bidang, seperti bidang kedokteran hukum (legal), teknik, keuangan, dsb.
Jika kita senang menonton anime, tidak ada salahnya kita mencoba menerjemahkan sebuah film anime. Mulailah dari hal yang kita kuasai.
3. Banyak-Banyaklah Membaca
Saat kita melakukan proses penerjemahan, maka kita akan dituntut untuk menguasai bahan yang sedang kita terjemahkan.
Dengan membaca banyak hal, wawasan kita akan bertambah. Proses penerjemahan itu juga tidak luput dari seberapa banyaknya literatur yang kita baca.
