Mulai dari menghadiri pengajian, membaca shalawat dan dzikir, menceritakan sejarah Nabi, hingga bersedekah. Semua bentuk ekspresi ini akan semakin meningkatkan keberkahan dalam menyambut Ramadan.
Di berbagai daerah, ‘Munggah’ dilakukan dengan cara yang beragam. Ada yang menggelar pengajian, berbagi makanan kepada sesama, hingga melakukan botram bersama keluarga dan tetangga.
Tradisi ini menjadi momen kebersamaan sekaligus refleksi untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh syukur.
Baca Juga:Awali Tugas Baru, Dony-Fajar Akan Disambut Hajat Pangbagea Ngaistrenan Bupati, Sekda: Satu Hari PenuhTerobos Tol Cisumdawu Tuntut Ganti Rugi, Rudi: Sudah Enam Tahun Diperjuangkan
Dengan semangat ‘Munggah’, diharapkan umat Muslim dapat semakin siap menyambut Ramadan dengan kebahagiaan dan ibadah yang lebih baik.
Sebab, seperti yang disampaikan Abuya, bulan Ramadan adalah anugerah luar biasa yang patut disyukuri dengan sepenuh hati.
“Mari kita sambut Ramadan dengan kebahagiaan dan amal kebaikan, karena setiap ekspresi kegembiraan dalam menyambut bulan suci ini akan diganjar pahala oleh Allah SWT,” pungkasnya. (rls/red)