Bupati menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya bisa terwujud bila masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungannya sendiri.
“Kalau RT dan RW maju, maka desa akan maju, kabupaten akan maju, dan negara pun akan ikut maju. Karena RT dan RW paling tahu kondisi warga siapa yang butuh bantuan, siapa yang perlu perhatian,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh RT dan RW di Sumedang untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Baca Juga:Promo Gila! Top Up ML Gratis GoPay, Cashback 100% Buat Pengguna BaruLongsor Tutup Akses Jalan di Jatiwangi Pakenjeng, Kendaraan Belum Bisa Melintas
“Kalau ada bahaya, jangan diam. Peduli itu tanggung jawab kita bersama. Pemerintah hadir, tapi RT dan RW adalah mata dan telinga paling dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan Bupati, Ketua Umum ARWT Indonesia H. Sanusi Mawi menyebut RT dan RW sebagai “pejuang tanpa tanda jasa” yang bekerja tanpa pamrih demi melayani warga.
“Mereka bukan ASN, tapi mereka ujung tombak pembangunan. Mereka menjaga lingkungan, membantu pemerintah, dan mempersatukan masyarakat,” ujarnya.
Sanusi juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat meninjau kembali insentif bagi RT dan RW, seperti halnya di DKI Jakarta yang telah mencapai Rp2,5 juta per bulan. “Kami berharap dukungan dari Bupati Sumedang agar perjuangan ini bisa diteruskan ke tingkat nasional,” katanya.
