Panduan Praktis Prompt AI untuk Kreator Konten: Anti Bingung & Anti Gagal!

Panduan Praktis Prompt AI untuk Kreator Konten: Anti Bingung & Anti Gagal!
Panduan Praktis Prompt AI untuk Kreator Konten: Anti Bingung & Anti Gagal! - (Ilustrasi)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES – Bukan hal asing lagi jika di era digital sekarang, AI sudah jadi teman dekat para desainer dan kreator konten.

Mulai dari membuat konsep visual, menulis caption, sampai menyusun ide branding, semuanya bisa dipercepat dengan bantuan AI.

Akan tetapi hasilnya memang tidak selalu maksimal jika kita asal membuat input instruksi.

Kuncinya ada di bagaimana kita membuat prompt.

Baca Juga:Rahasia Menulis Prompt AI yang Tepat agar Konten Melejit di GooglePembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Mekarjaya Capai 10 Persen

Agar hasilnya lebih maksimal qdan sesuai dengan ekspektasi, berikut tutorial sederhana menulis prompt AI untuk desainer dan kreator konten.

1. Tentukan Tujuan dengan Jelas

Sebelum mebuat prompt, tentu kalian harus menentukan terlebih dahulu bahan apa yang kalian butuhkan.

Moodboard brand, Desain poster, Caption Instagram, atau bahkan Konten video bisa kamu dapatkan jika kamu bisa membuat prompt yang memiliki tujuan jelas.

Semakin jelas tujuan, semakin tepat juga hasil yang keluar.

Contoh prompt sederhana:

“Saya butuh ide visual poster event musik indie bernuansa retro modern untuk anak muda usia 18–25 tahun.”

2. Jelaskan Gaya Visual atau Tone yang Diinginkan

AI akan bekerja berdasarkan penjelasan kita.

Jadi penting untuk kalian agar memberikan detail gaya, warna, atau vibe yang diinginkan.

Contoh:

“Buat konsep desain packaging kopi botol dengan gaya minimalis, dominan warna hitam dan gold, look premium, font modern sans-serif, dan kesan elegan.”

Untuk kreator konten tulisan:

“Tulis caption IG santai dan storytelling tentang pentingnya self–care, target audience perempuan 20–30 tahun.”

3. Beri Contoh Referensi

Baca Juga:Pemdes Rancamulya Hotmix Jalan DesaKementerian ATR/BPN Aplikasikan Pengukuran Terjadwal di Jakarta untuk Berikan Kepastian Layanan Pertanahan

Jika kalian ingi menggunakan visual atau tone tertentu yang ingin ditiru, jelaskanlah dengan rinci.

Tidak perlu panjang, cukup sebutkan ciri khasnya.

Contoh:

“Gaya desain seperti brand Nike: bold, clean, dan kuat. Hindari terlalu banyak elemen dekoratif.”

4. Sertakan Format Akhir

Mintalah format output yang kamu inginkan, misalnya list ide, paragraf pendek, atau outline.

Contoh:

“Tolong buat 10 ide konten carousel Instagram tentang tips belajar desain, lengkap dengan judul slide dan penjelasan singkat.”

5. Buat Prompt Bertahap

0 Komentar