Wilayah kaki dan lereng perbukitan itu kini mulai menunjukkan tanda kelelahan. Hujan tinggi mengakibatkan retakan di sejumlah titik, dan setidaknya beberapa perumahan baru dilaporkan mengalami penurunan tanah ringan selama lima tahun terakhir.
“Kami dianggap mempersulit izin. Tapi yang kami jaga adalah keselamatan warga. Pembangunan boleh saja, tetapi tidak boleh mengorbankan masa depan,” tegas Dony.
Keputusan moratorium tak berjalan mulus. Sejumlah pengembang menilai kebijakan tersebut merugikan investasi yang sudah direncanakan sejak lama. Pemerintah dianggap terlalu kaku dalam menerapkan aturan lingkungan. Namun, Pemkab tetap bergeming. Alasan utamanya: biaya pemulihan bencana selalu lebih besar daripada biaya pencegahan.
Baca Juga:Opera SabunPasokan Air Baku ke Indramayu Terancam Dihentikan, Menhut SP3 PDAM Tirta Kamuning
Instrumen moratorium kini menjadi benteng terakhir agar lereng Jatinangor–Cimanggung tidak berubah menjadi titik bencana ekologis baru di Jawa Barat.
Sambil menghentikan laju betonisasi perumahan di selatan, Sumedang mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah berbeda— kawasan industri berbasis energi ramah lingkungan.
“Sumedang kini memiliki kawasan industri baru di Buahdua, Ujungjaya, dan Tomo, khususnya di wilayah Sumedang Utara sebagai sentra energi ramah lingkungan,” kata Dony.
Kawasan industri ini digagas sebagai: pusat energi bersih, magnet investasi baru, generator lapangan kerja, pengimbang pertumbuhan Jatinangor yang jenuh.
Model pembangunan baru ini diharapkan mengalihkan tekanan dari Jatinangor–Cimanggung yang sudah padat dan tidak lagi mampu menampung ekspansi permukiman besar.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap larangan pembangunan perumahan di dua kecamatan strategis itu dapat menjadi tonggak penataan ruang yang lebih berani.
Dony menutup pernyataannya dengan harapan, “Kita ingin pembangunan yang aman, berkelanjutan, dan tetap membuka peluang kerja bagi masyarakat. Sumedang harus tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan.”
Rancang Jalur Evakuasi Berlapis
Baca Juga:Review PERSIB vs Borneo FC: Comeback Dramatis, Stadion GBLA Meledak SorakCabai Rawit Tembus Rekor Baru! Simak Daftar Harga Pangan Terupdate
MENGUATNYA perhatian publik terhadap potensi gempa besar di wilayah Jawa Barat membuat Kabupaten Sumedang mengambil langkah serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang memastikan akan memulai penataan jalur evakuasi bencana secara menyeluruh, dari lingkungan paling kecil hingga skala kabupaten.
Sekretaris BPBD Sumedang, Ahmad Yusuf, mengatakan bahwa sistem jalur evakuasi ini nantinya tidak hanya dipasang di gedung-gedung institusi pemerintah, tetapi juga diperluas ke tingkat RT/RW, desa, kecamatan, hingga menjadi jalur evakuasi terpadu tingkat kabupaten.
