KERUSAKAN jalan bukan lagi persoalan sporadis di Kabupaten Sumedang. Di jantung kota hingga kawasan pelayanan publik, lubang jalan, genangan air, dan aspal mengelupas seolah menjadi pemandangan rutin. Ironisnya, kondisi ini terjadi di ruas-ruas strategis yang setiap hari dilalui ribuan warga.
Berdasarkan pantauan Sumeks, di lapangan menunjukkan sedikitnya empat titik krusial mengalami kerusakan cukup serius: Jl. Prabu Geusan Ulun, depan SDN Manangga, belakang Pasar Modern Sumedang, dan perempatan RSUD Sumedang.
Kesamaan masalah di lokasi-lokasi ini mencolok: drainase tidak berfungsi optimal dan perbaikan tambal sulam yang cepat rusak kembali.
Baca Juga:Kenali Ciri dan Cara Mengetahui Anak Cerdas Melalui Tes GriffithSUMEDANG 2025: Investasi Rp5,6 Triliun Mengalir, 105 Ribu Warga Masih Miskin, 39 Ribu Menganggur
Di Jl. Prabu Geusan Ulun, tepat di kawasan perbankan dan arus lalu lintas padat, lubang jalan yang awalnya kecil sejak November 2025 terus melebar. Saat hujan turun, lubang tertutup genangan air sehingga sulit terdeteksi pengendara.
“Kalau hujan, lubangnya jadi dalam dan menampung air. Ini jelas berbahaya,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada Sumeks, baru-baru ini.
Tak hanya mengganggu pengendara, cipratan air dari kendaraan yang melintas juga kerap mengenai pejalan kaki. Bahkan, warga menyebut kendaraan besar sempat mengalami amblas ban akibat kondisi jalan tersebut.
Masalah serupa terjadi di depan SDN Manangga. Struktur jalan yang tidak rata membuat air hujan menggenang dan mempercepat kerusakan aspal. Penambalan yang dilakukan berulang kali dinilai tidak menyentuh akar persoalan.
“Sudah ditambal, tapi rusak lagi. Airnya tetap menggenang,” ungkap warga.
Setidaknya dua hingga tiga pengendara dilaporkan terjatuh. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan keselamatan anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
Di belakang Pasar Modern Sumedang, jalan becek dan licin saat hujan menjadi keluhan pedagang dan pembeli. Aktivitas ekonomi terganggu, sementara risiko kecelakaan meningkat.
Baca Juga:Tiang Listrik PT PLN Keropos Bertahun-tahun Dibiarkan, Pedagang Pasar Parakanmuncang Terpaksa Tambal SendiriWaspada Modus Penipuan Tilang Elektronik, Satlantas Polres Sumedang Tegaskan ETLE Hanya Lewat Kanal Resmi
Sementara di perempatan RSUD Sumedang, kerusakan jalan diduga kuat dipicu drainase yang buruk. Genangan air yang terus berulang membuat bagian pinggir jalan terkikis perlahan.
“Sudah lama rusak, tapi belum ada perbaikan,” ujar warga.
Berulangnya kerusakan di berbagai titik memunculkan pertanyaan publik: apakah perbaikan jalan selama ini hanya bersifat kosmetik? Warga menilai pendekatan tambal sulam tanpa pembenahan drainase hanya akan mengulang siklus kerusakan setiap musim hujan.
