SUMEDANGEKSPRES, TANJUNGKERTA – Masjid di Kecamatan Tanjungkerta mulai didorong tidak hanya menjadi tempat ibadah. Kantor Urusan Agama (KUA) Tanjungkerta menyosialisasikan program Gerakan Masjid Berdaya atau Geber Masjid, program Kementerian Agama yang diarahkan untuk memperkuat pengelolaan dan peran masjid di tengah masyarakat.
Sosialisasi berlangsung di Masjid Manbatul Anwar, Payingkiran, Rabu, (30/9). Program tersebut menyasar pengelolaan masjid agar lebih tertata, terdata, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Staf KUA Tanjungkerta Atang mengatakan salah satu agenda program adalah memastikan setiap masjid memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai bentuk pengakuan sekaligus pendataan oleh Kementerian Agama.
Baca Juga:Pemdes Mekarjaya Fokus Lima PrioritasRp3,6 Miliar untuk Jembatan Pemkab Pastikan Kualitas Proyek Pembangunan
“Melalui program tersebut setiap masjid di Kecamatan Tanjungkerta diwajibkan memiliki SK sebagai bentuk pengakuan dan pendataan oleh Kementerian Agama,” kata Atang.
Menurut dia, SK tersebut penting untuk memastikan keberadaan masjid tercatat secara jelas. Pendataan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengetahui kondisi dan kebutuhan masjid di setiap wilayah.
Program Geber Masjid juga tidak berhenti pada urusan administrasi. KUA akan melakukan penyuluhan secara berkala kepada pengurus dan masyarakat.
Setiap bulan, KUA berencana mendatangi masjid untuk memberikan penyuluhan sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masjid.
Kerja bakti menjadi salah satu kegiatan yang akan didorong. Pengurus masjid dan masyarakat sekitar diharapkan terlibat langsung menjaga kebersihan lingkungan. Pegawai KUA juga akan ikut dalam kegiatan tersebut.
“Kebersihan masjid menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program tersebut. KUA juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kegiatan kerja bakti dapat dilakukan bersama-sama dengan melibatkan pengurus masjid dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Bagi KUA, keterlibatan warga menjadi bagian penting agar program tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi. Masjid diharapkan menjadi ruang yang hidup dan dekat dengan persoalan masyarakat.
Baca Juga:Bupati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Reforma Agraria untuk Keadilan dan Kesejahteraan MasyarakatJatimulya Prioritaskan Pemberdayaan
Atang mengatakan keberadaan masjid idealnya tidak hanya dilihat dari aktivitas ibadah, tetapi juga dari manfaat sosial yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.
“Program Geber Masjid diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan dan pengelolaan masjid. Dengan adanya keterlibatan masyarakat secara langsung, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat,” katanya.
