SUMEDANGEKSPRES, CIGENTUR – Rasa syukur atas selesainya pendidikan seorang anak di pesantren menjadi alasan keluarga Sate Mas Nur menggelar tasyakuran. Acara itu dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman keluarga, Selasa, (29/9).
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain menjadi ungkapan syukur, acara tersebut menjadi ruang berkumpul dan mempererat silaturahmi keluarga serta masyarakat yang hadir.
Panitia acara, Juju Sulastri, mengatakan tasyakuran digelar sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian salah satu anggota keluarga yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Baca Juga:Menjaga Masjid, Merawat WargaPemdes Mekarjaya Fokus Lima Prioritas
“Pencapaian tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga sekaligus menjadi kesempatan untuk mengucapkan terima kasih atas segala rezeki dan kemudahan yang telah diberikan Allah SWT,” kata Juju kepada Sumeks.
Menurut Juju, keberhasilan menyelesaikan pendidikan pesantren menjadi momentum bagi keluarga untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memanjatkan doa agar keberkahan terus menyertai keluarga.
Acara kemudian dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah sekaligus mempererat hubungan antaranggota keluarga dan masyarakat.
“Kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai acara tasyakuran, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk memohon keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.
Juju berharap rasa syukur yang diwujudkan melalui kegiatan tersebut menjadi doa bagi keluarga agar selalu diberikan keberkahan rezeki, umur, kesehatan, dan kebahagiaan.
Ia juga berharap keberkahan tersebut tidak berhenti pada kehidupan dunia, tetapi menjadi bekal untuk memperoleh kebahagiaan di akhirat.
Tasyakuran dan peringatan Maulid itu akhirnya menjadi satu momentum: merayakan pencapaian keluarga, mengenang keteladanan Nabi, sekaligus memperkuat silaturahmi.(kki)
