Kunjungan ke Kabupaten Malang menjadi sangat relevan karena Pemkab Malang dinilai telah bergerak cepat dalam menyesuaikan struktur BUMD Air Minum mereka dengan amanat regulasi terbaru.
“Aspek kepegawaian dan organisasi adalah fondasi bagi kinerja BUMD yang sehat,” kata Heti.
Diskusi di Kabupaten Malang, kata Heti, memberikan panduan praktis mengenai tantangan dan strategi implementasi Perda 23/2024, khususnya dalam menata kembali struktur organisasi dan memastikan penempatan SDM yang profesional.
Baca Juga:Jalan Sehat Bersama Pelaku UMKM dan Kadin Sumedang: Eratkan Silaturahmi, Majukan Ekonomi DaerahAlfamart Sahabat Posyandu Sentuh 30.000 Anak Sepanjang 2025, Kodomo Perpanjang Dukungan hingga 2026
“Studi komparatif ini diharapkan menjadi modal penting bagi Perumda Air Minum Tirta Medal, dalam merumuskan rencana aksi strategis, baik di bidang teknis pelayanan maupun tata kelola kelembagaan,” ungkapnya.
Hasil kunjungan ini, sambung Heti, akan menjadi rekomendasi dan program kerja yang konkret. Target kami adalah membawa standar layanan prima dan tata kelola BUMD Air Minum yang lebih baik ke Kabupaten Sumedang, sejalan dengan visi Bupati dalam peningkatan kualitas pelayanan publik,” tutup Imas Permasih. (red)
