Namun, dengan pengaturan suhu dan waktu yang tepat, proses sterilisasi dapat diterapkan tanpa merusak rasa dan warna teh rendah gula. Hal ini penting karena konsumen tidak hanya menilai minuman dari klaim kesehatannya, tetapi juga dari tampilan dan rasa saat dikonsumsi. Minuman yang lebih sehat tetapi rasanya berubah kurang enak, akan sulit diterima pasar.Inovasi teh rendah gula yang tetap mempertahankan rasa manis seperti teh biasa menjadi langkah penting dalam pengembangan minuman yang lebih sehat. Pendekatan ini tidak memaksa konsumen untuk beradaptasi secara ekstrem, melainkan memberikan pilihan yang lebih baik tanpa menghilangkan kebiasaan minum teh manis. Solusi seperti ini jauh lebih realistis dan berkelanjutan. Konsumen dapat mengurangi asupan gula tanpa merasa sedang “diet” atau kehilangan kenikmatan. Teh manis tetap bisa dinikmati, hanya dengan komposisi yang lebih bijak. Inovasi pangan seperti teh rendah gula ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular melalui pendekatan yang sederhana dan mudah diterima. Bukan dengan melarang, tetapi dengan memperbaiki apa yang sudah biasa dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
Oleh: Laura Devitta Lauzart, Mahasiswa Teknologi Pangan, UNPAD
