Ia juga menyinggung kajian jurnal keislaman di Indonesia yang menyebutkan bahwa ghibah berpotensi berkembang menjadi fitnah, terutama ketika informasi disampaikan secara tidak utuh atau dilebih-lebihkan. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan nilai ukhuwah dan adab bermasyarakat.
Karena itu, sambung dia, Erfin mendorong adanya edukasi sosial berbasis nilai keagamaan dan literasi komunikasi, khususnya di lingkungan keluarga dan komunitas. Menjaga lisan, kata dia, merupakan langkah awal membangun masyarakat yang sehat dan harmonis.
“Kita perlu membiasakan diri untuk berbicara hal-hal yang bermanfaat. Jika tidak penting dan tidak membawa kebaikan, lebih baik ditahan,” pungkasnya.(yga)
