SUMEDANG EKSPRES – Sejak diluncurkannya aplikasi inovatif Panah Pasopati, yaitu aplikasi untuk mempercepat penelusuran tunggakan pajak kendaraan bermotor, Bapenda Jabar terus mengintensifkan kegiatan penelusuran dengan menugaskan seluruh ASN Bapenda Jabar untuk melakukan penelusuran tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Kemudian, aplikasi Panah Pasopati tersebut menjadi bekal untuk melakukan pemindaian Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Setelah terdeteksi menunggak pajak, petugas akan memasang hang tag pada kendaraan tersebut, seperti di spion, stang, atau handle pintu kendaraan, tanpa mengganggu aktivitas pemilik kendaraan.
Seperti yang dikutip dari laman website Bapenda Jabar, Asep Supriatna sebagai Kepala Bapenda Jabar memastikan, dalam penerapan kebijakan ini, aspek privasi tetap dijaga. Hang tag yang dipasang tidak mencantumkan identitas nama pemilik kendaraan maupun nomor polisi (TNKB).
Baca Juga:Pohon Bambu Tumbang Timpa Dapur Rumah Warga di Wado, Kerugian Capai Rp1 JutaSelain Digital, Marketing Konvensional Masih Berdampak Besar
“Sifatnya hanya mengingatkan. Kami tidak memunculkan nama, TNKB, atau identitas lainnya. Ranah privasi tetap kami perhatikan,” ungkap Asep Supriatna.
Seperti halnya hari ini, Jumat 9/1, Kepala P3DW Majalengka Ricky Budiman Faried menugaskan kembali sebagian bawahannya untuk turun ke lapangan dan disebar di sejumlah lokasi melakukan penelusuran kendaraan bermotor.
Ricky Budiman Faried menegaskan, bahwa dalam setiap penelusuran jangan hanya terpaku pada banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang berhasil ditelusuri. Tapi harus juga fokus pada bagaimana cara meningkatkan kualitas atau jumlah tunggakan PKB yang dibayar setelah dilakukan penelusuran.
“Kami mengimbau masyarakat yang mendapati hang tag terpasang di kendaraannya karena terindikasi menunggak PKB, agar segera melakukan pembayaran melalui Samsat terdekat, outlet resmi, kanal daring, lokapasar, atau kartu kredit,” ungkap Ricky.
Ia juga mewanti-wanti kepada seluruh petugas yang melakukan penelusuran untuk tetap mengedepankan dan menjunjung tinggi motto “SOPAN, AKURAT, DAN SIMPATIK” sebagai wujud komitmen dalam pelayanan publik yang profesional.
Sementara itu, sejumlah pemilik kendaraan yang menunggak pembayaran pajak dan dipasangi hang tag di kendaraannya, menunjukkan sikap kooperatif dan respon positif terhadap pemasangan hang tag saat dimintai tanggapannya.
Seperti yang diungkapkan, Didin Hendiana, salah seorang pemilik motor yang sedang parkir di lokasi sebuah toserba. Ia mengatakan rasa terima kasihnya atas pemasangan hang tag karena sangat membantu untuk mengingatkannya terhadap tunggakan pajak kendaraan bermotornya.
