SUMEDANGEKSPRES — Perumda Air Minum Tirta Medal terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keuangan. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Tahun 2026 yang dibuka pada Selasa (19/5/2026) di aula utama kantor pusat perusahaan.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang berasal dari bagian keuangan, perencana, hingga auditor internal perusahaan. Pelatihan difokuskan pada pembahasan implementasi Standar Akuntansi Keuangan terbaru yang relevan dengan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Direktur Perumda Air Minum Tirta Medal, Hj Imas Permasih, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Baca Juga:Komoditas Pangan Naik Harga Jelang Idul AdhaDongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi
Menurutnya, penerapan standar akuntansi yang baik saat ini tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik serta para pemangku kepentingan terhadap perusahaan daerah.
“Dinamika regulasi keuangan terus berkembang. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan seluruh personel keuangan di Perumda Tirta Medal memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional,” ujar Imas dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, laporan keuangan yang akurat dan sesuai standar sangat dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis perusahaan. Dengan tata kelola keuangan yang baik, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Laporan keuangan bukan hanya dokumen administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan perusahaan ke depan,” katanya.
Selain memperkuat kompetensi pegawai, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari langkah preventif perusahaan dalam meminimalisir risiko kesalahan pencatatan aset maupun pendapatan perusahaan.
Imas menilai, perkembangan layanan air minum yang terus meluas di Kabupaten Sumedang menuntut perusahaan untuk semakin adaptif terhadap sistem pengelolaan keuangan yang modern dan terstandarisasi.
“Digitalisasi dan standardisasi akuntansi menjadi kebutuhan penting agar pengelolaan perusahaan berjalan lebih efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya. (red)
