SUMEDANGEKSPRES — Hingga sore ini, Kamis (13/8/2026) pukul 16.00 WIB, pekerjaan perbaikan kebocoran pipa distribusi utama jenis Galvanized Iron (GI) berdiameter 12 inci di Jalan PG.
Ulun (depan Polsek Sumedang Selatan) masih terus berlangsung secara intensif. Tim teknis Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang saat ini masih berfokus melakukan penanganan pada titik kebocoran ketiga di lokasi yang sama.
Kepala Bidang Teknik Produksi dan Sumber Daya Air Perumda Air Minum Tirta Medal, Yadi, S.Sos menyampaikan, seluruh personel teknik di lapangan dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan titik ketiga ini.
Baca Juga:Terpilih Pimpin PWI Jabar, Tantan Sulthon Gaungkan Rekonsiliasi dan Rangkul Kubu RivalTerpilih Pimpin PWI Jabar, Tantan Sulthon Gaungkan Rekonsiliasi dan Rangkul Kubu Rival
”Update perkembangan hingga pukul 16.00 WIB sore ini, tim kami masih terus melakukan proses pengerjaan pada titik kebocoran ketiga di Jalan PG. Ulun. Tantangan utama di lapangan adalah posisi pipa yang berada di kedalaman sekitar 2 meter di bawah permukaan jalan berbeton keras, sehingga membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian ekstra,” terang Yadi, S.Sos., Kabid Teknik Produksi dan SDA Perumda Tirta Medal, Kamis (13/8). Yadi menambahkan, pembongkaran struktur jalan berbeton tebal berlapis aspal tersebut memerlukan waktu pengerjaan lebih lama agar penyambungan pipa dapat dilakukan secara presisi dan tahan terhadap tekanan air tinggi.
Demi keamanan pengerjaan teknis, pengaliran air bersih untuk sementara masih dinonaktifkan. Wilayah pelanggan yang terdampak meliputi pemukiman Singaparna, Palasari, Cipada, Kaum, Cipameungpeuk, Pager Betis, Tenjolaya, Suryaatmaja, RD Suyud, Dr. Saleh, Kebonkol, Burujul, Raden Suyud, Pangeran Santri, Gending, dan Ragadem 1, serta fasilitas perkantoran/layanan publik di sepanjang Jl. PG. Ulun (Bank BJB, BRI Regol, Sumarna, Rumdin Kapolres, RS Paviliun, RSUD Sumedang, RSU IGD, dan GIM).
”Kami memohon doa, dukungan, dan kesabaran dari seluruh masyarakat pelanggan. Tim teknis di lapangan tetap bekerja maksimal tanpa henti sampai penanganan titik ketiga ini selesai sepenuhnya dan aliran air kembali normal,” pungkas Yadi. (red)
