Angka Perokok di Sumedang Masih Tinggi, Belanja Rokok Lampaui Kebutuhan Pokok

Angka perokok Sumedang
Ilustrasi - Peringatan dilarang merokok di angkutan umum.(Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Kebiasaan merokok di Kabupaten Sumedang masih menjadi persoalan serius.

Data terbaru Badan Pusat Statistik, Kabupaten Sumedang menunjukkan, 36 persen penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat sebagai perokok aktif pada 2024, dengan konsumsi rata-rata 78 batang rokok per orang setiap pekan.

Berdasarkan Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumedang 2025, angka perokok dewasa dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan.

Baca Juga:Penolakan Revitalisasi Pasar Menguat, Pemdes Cimalaka Buka Opsi Audiensi dengan PedagangSrikandi Damkar Sumedang, Perempuan Tangguh di Garda Terdepan Keselamatan

Bahkan pada 2023, persentase perokok sempat menyentuh 37 persen, dengan rata-rata konsumsi mencapai 79 batang rokok per minggu.

Tren perokok di Sumedang selama periode 2020–2024 juga menunjukkan fluktuasi yang relatif kecil.

Pada 2020, persentase perokok berada di angka 33,93 persen, kemudian naik menjadi 36,48 persen pada 2021, dan bertahan di kisaran tersebut hingga 2024.

Data ini mengindikasikan belum adanya penurunan signifikan dalam kebiasaan merokok di masyarakat.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, tingginya angka perokok juga menekan kondisi ekonomi rumah tangga.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, pengeluaran per kapita masyarakat Sumedang untuk kelompok rokok dan tembakau meningkat 7,33 persen.

Pada 2024, belanja rokok dan tembakau mencapai 15,37 persen dari total pengeluaran kelompok makanan.

Baca Juga:Hadapi Tantangan Gawai, Perpustakaan Perkuat Literasi Pelajar Lewat Kunjungan SekolahTolak Relokasi Sebelum Musyawarah, Pedagang Pasar Cimalaka Tegaskan Sikap

Angka tersebut bahkan melampaui pengeluaran untuk padi-padian sebagai kebutuhan pokok yang tercatat sebesar 13,17 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dalam dokumen Indikator Kesejahteraan Rakyat disebutkan perlunya kajian khusus terkait kebiasaan merokok, terutama karena masih ditemukan penduduk berstatus pelajar yang telah menjadi perokok aktif.

Tingginya prevalensi perokok, khususnya di kalangan usia muda, dinilai berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, baik terhadap derajat kesehatan masyarakat maupun kesejahteraan ekonomi keluarga di Kabupaten Sumedang. (red)

0 Komentar