SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Di balik seragam cokelat dan helm pemadam kebakaran, hadir para Srikandi Damkar Kabupaten Sumedang yang membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar di garda terdepan keselamatan.
Dengan keberanian dan dedikasi tinggi, mereka terlibat langsung dalam penanganan kebakaran hingga penyelamatan darurat.
Tak hanya memadamkan api, para Srikandi Damkar juga aktif dalam operasi penyelamatan non-kebakaran, evakuasi korban, serta edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
Baca Juga:Hadapi Tantangan Gawai, Perpustakaan Perkuat Literasi Pelajar Lewat Kunjungan SekolahTolak Relokasi Sebelum Musyawarah, Pedagang Pasar Cimalaka Tegaskan Sikap
Peran ini menunjukkan bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya soal tenaga fisik, tetapi juga ketelitian, empati, dan komunikasi.
Salah satu Srikandi Damkar Sumedang, Annisa Indran Audia, menuturkan bahwa profesi pemadam kebakaran merupakan panggilan jiwa.
Perempuan lulusan salah satu dari universitas di Jakarta dengan jurusan rekayasa keselamatan kebakaran itu memilih mengabdikan ilmunya di daerah.
“Saya ingin mengimplementasikan ilmu pencegahan kebakaran yang saya pelajari selama kuliah. Mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan api yang sudah besar,” ujar Annisa kepada Sumeks, Rabu (7/1/2026).
Menurut Annisa, menjadi petugas damkar perempuan memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga stamina dan kesiapsiagaan.
Namun demikian, kata dia, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
“Banyak warga yang bertanya, baik soal tugas damkar maupun persoalan lain. Di situlah kemampuan problem solving dan komunikasi sangat dibutuhkan,” katanya.
Baca Juga:Marak Penipuan Loker Luar Negeri Bergaji Fantastis, Disnakertrans Sumedang Ingatkan Warga Jangan GegabahProgram MBG Berpotensi Picu Lonjakan Sampah, Produksi Harian Sumedang Bisa Tembus di Atas 120 Ton
Selain bertugas di lapangan, Srikandi Damkar juga berperan penting dalam edukasi pencegahan kebakaran, seperti penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan mitigasi risiko kebakaran di lingkungan permukiman dan gedung.
“Ilmu kebakaran itu sebenarnya penting dan harus diketahui semua orang. Kalau api masih kecil dan tahu cara menanganinya, dampaknya bisa diminimalkan,” jelas Annisa.
Keberadaan Srikandi Damkar mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah daerah. Selain memperkuat kinerja pemadam kebakaran, mereka juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani mengambil peran di bidang yang menuntut keberanian dan pengabdian.
Dengan semangat pantang menyerah, para Srikandi Damkar Sumedang terus mengabdi sebagai simbol ketangguhan, keberanian, dan kesetaraan di garda terdepan keselamatan masyarakat. (kki)
