SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Kasus penipuan lowongan kerja (loker) luar negeri dengan iming-iming gaji fantastis kian marak terjadi. Masyarakat diminta lebih waspada dan tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri yang beredar bebas di media sosial maupun pesan berantai.
Kepala Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Lavotas) Disnakertrans Sumedang, Eka Mutia HG, menegaskan bahwa janji gaji besar kerap menjadi umpan utama pelaku penipuan.
“Jangan pernah mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar. Kalau tawarannya terdengar terlalu indah, justru harus semakin hati-hati,” ujar Eka kepada Sumedang Ekspres, baru-baru ini.
Baca Juga:Program MBG Berpotensi Picu Lonjakan Sampah, Produksi Harian Sumedang Bisa Tembus di Atas 120 TonProduksi Sampah Sumedang Capai 120 Ton per Hari
Meski demikian, Eka menekankan bahwa tidak semua lowongan kerja luar negeri merupakan penipuan. Namun, calon pekerja migran wajib memastikan legalitas pihak yang membuka rekrutmen.
Langkah pertama yang harus dilakukan, menurut Eka, adalah melakukan pengecekan (crosscheck) apakah lowongan tersebut dikeluarkan oleh lembaga resmi dan berizin, seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang terdaftar.
“Pastikan lowongan kerja itu dikeluarkan oleh lembaga yang legal dan memiliki izin resmi. Jangan langsung percaya hanya karena informasinya viral atau dibagikan banyak orang,” jelasnya.
Ia menyebut, kehati-hatian ini penting untuk menekan risiko penipuan, eksploitasi, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kerap bermula dari rekrutmen kerja ilegal.
Disnakertrans Sumedang, lanjut Eka, pada prinsipnya mendukung program kerja ke luar negeri karena dinilai dapat membantu menekan angka pengangguran. Namun dukungan tersebut harus dibarengi dengan perlindungan terhadap keselamatan dan hak pekerja.
“Kami mendukung warga yang ingin bekerja ke luar negeri, tapi harus melalui jalur resmi agar aman dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Eka pun mengimbau masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri agar memanfaatkan program resmi yang difasilitasi Disnakertrans Sumedang. Seluruh program tersebut dipastikan memiliki legalitas jelas dan mekanisme perlindungan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga:Simulasi Damkar Digencarkan, Warga Dilatih Tangani Kebakaran Sejak Api KecilLesunya Penjualan Sapi Tak Halangi Pasar Hewan Tanjungsari Capai PAD 100 Persen
“Kalau lewat program dari kami, legalitasnya jelas dan prosesnya diawasi,” ujarnya.
Untuk tahun ini, Eka mengungkapkan peluang kerja ke luar negeri masih terbuka, khususnya melalui program pemagangan.
