KOTA – Isu LGBTQ akan menjadi bahasan dalam sosialisasi yang digelar Forum Ormas dan Masyarakat Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Ahad, 16 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Bahaya LGBTQ bagi Agama, Bangsa dan Negara” itu dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Panitia menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari kepedulian terhadap nilai agama, moral, budaya, pendidikan, dan ketahanan keluarga.
Ketua Panitia Pelaksana, Burhanudin Assyirbauni, mengatakan forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membahas isu LGBTQ dari sejumlah perspektif, termasuk agama, moral, sosial, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Sunda.
Baca Juga:Angin Mengamuk di Cigendel, Pohon Pinus Tumbang Tutup Jalur Sumedang-BandungAngin Mengamuk, Pohon Pinus Tumbang Tutup Jalur Sumedang-Bandung
Menurut dia, identitas Sumedang sebagai Kota Santri, Puseur Budaya Sunda, dan Puseur Budaya Islam menjadi salah satu latar belakang digelarnya kegiatan tersebut.
“Kami tidak membenci orangnya, tapi kami menolak perbuatannya. Kegiatan ini bukan tentang kebencian. Ini tentang cinta kami pada negeri dan generasi penerus agar tumbuh dalam lingkungan yang bersih, berakhlak, dan beradab,” ujar Burhanudin, Minggu (9/8).
Panitia menyebut sosialisasi tersebut memiliki sejumlah tujuan. Di antaranya mengajak masyarakat memahami konsep amar ma’ruf nahi munkar melalui penyampaian yang damai dan konstitusional, sekaligus membahas isu LGBTQ dalam kaitannya dengan kehidupan sosial dan pendidikan generasi muda.
Forum tersebut juga diharapkan mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan moral serta ketahanan keluarga.
Burhanudin menegaskan kegiatan akan dilaksanakan secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, golongan, dan latar belakang untuk hadir dan menyuarakan kebenaran dengan cara yang santun,” katanya.
Panitia menyebut sejumlah unsur masyarakat akan diundang, mulai dari Forkopimda, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, santri, hingga masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:Pegawai RSUD Cicalengka Dinonaktifkan Usai Komentar soal Keluhan Pasien BPJSHajat Balaréa Pangauban Citarum ke-17: Merawat Kearifan Lokal, Menjaga Hubungan Manusia dan Alam
Forum Ormas dan Masyarakat Sumedang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian pandangan, tetapi menjadi bagian dari dialog mengenai nilai agama, pendidikan moral, ketahanan keluarga, serta perlindungan generasi muda.(win)
