SUMEDANGEKSPRES, CIMANGGUNG – Persoalan pembiayaan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades Cimanggung 2026 belum sepenuhnya selesai. Panitia masih menghadapi kekurangan anggaran sekitar Rp47,8 juta untuk membiayai sejumlah kebutuhan penyelenggaraan.
Persoalan itu dibahas dalam rapat koordinasi pelaksanaan Pilkades Cimanggung di Aula Kantor Desa Cimanggung, Minggu, (20/9). Rapat dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), panitia pilkades, lima calon kepala desa, koordinator tim sukses, pelaksana tugas kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Kasi Pemerintahan Desa Cimanggung Oleh Salahudin mengatakan kebutuhan pembiayaan pilkades telah dituangkan dalam rencana anggaran biaya yang disusun berdasarkan ketentuan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Namun, sebagian anggaran yang tersedia telah terserap.
Baca Juga:Puskesmas Cimanggung Segera Beroperasi Targetkan Akhir Tahun Bupati Minta Pembangunan diKebutPembahasan Tingkat I RUU Pengaturan Reforma Agraria Disepakati untuk Dilanjutkan ke Sidang Paripurna
“Total kekurangan anggaran tersebut dalam berita acara disebut mencapai sekitar Rp47,8 juta,” ujar Oleh.
Sejumlah kebutuhan yang belum terdanai antara lain honor panitia pemutakhiran data pemilih (Pantarlih), honor Linmas, konsumsi pada hari pemungutan suara, mobilisasi kotak suara, piket panitia, pelipatan surat suara, rapat pleno penghitungan suara, fotokopi daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih tetap (DPT), serta surat pemberitahuan kepada pemilih.
Kebutuhan anggaran berpotensi bertambah jika jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dinaikkan. Panitia membahas kemungkinan penambahan TPS dari 12 menjadi 13 titik.
Di tengah persoalan tersebut, rapat juga menyelesaikan polemik surat sumbangan yang sebelumnya diterbitkan BPD Desa Cimanggung. Surat BPD Nomor 062/U/BPD-CMG/IX/2026 tentang sumbangan disepakati untuk dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Peserta rapat menyatakan tidak keberatan jika terdapat sumbangan dari pihak pendukung calon. Namun, dalam berita acara ditegaskan bahwa sumbangan tersebut berasal dari masyarakat sebagai pendukung calon, bukan berdasarkan surat BPD yang telah dicabut.
Salah satu calon kepala desa, Eman, meminta persoalan sumbangan tidak kembali berkembang menjadi polemik.
Mantan Kepala Desa Cimanggung Ujang Baskara atau Yayat Hidayat, yang hadir sebagai tim sukses salah satu calon, menyoroti besaran anggaran untuk panitia. Ia menyebut honor panitia sekitar Rp800 ribu selama lima bulan.
Baca Juga:Jadi Destinasi Sport Tourism DuniaTinjau Perbaikan Jalan Parakanmuncang-Sindulang, Bupati Dony Instruksikan Perbaikan Drainase Rawan Longsor
Menurut Ujang, beban kerja panitia berlangsung cukup panjang hingga tahapan pemungutan dan penghitungan suara. Ia juga mengingatkan seluruh pihak menjaga netralitas dan menghindari politik uang.
