SUMEDANGEKSPRES– Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi menutup gelaran kejuaraan paralayang bertajuk West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang, Minggu malam, (20/9).
Ajang berskala internasional yang berlangsung selama sembilan hari ini diikuti 88 pilot dari 13 negara.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyatakan, hajatan ini menjadi pembuktian posisi daerahnya dalam peta sport tourism dunia. Dari total 170 pendaftar awal, panitia menyaring 88 penerbang yang lolos konfirmasi akhir untuk bertanding pada 12–20 September 2026.
Baca Juga:Tinjau Perbaikan Jalan Parakanmuncang-Sindulang, Bupati Dony Instruksikan Perbaikan Drainase Rawan LongsorFasilitasi Olahraga Warga, Lapang Desa Cimanggung Bakal Dilengkapi Jogging Track dari CSR Garudafood
Poin krusial dalam kejuaraan ini, kata Fajar, adalah model pembiayaannya yang sepenuhnya melepaskan ketergantungan pada anggaran daerah. “Event ini 100 persen non-APBD. Ini yang saya banggakan,” ujat Fajar saat penutupan.
Di luar urusan finansial, dinamika cuaca dan keselamatan atlet menjadi sorotan utama selama kejuaraan. Panitia dan para pilot sempat beberapa kali menghentikan penerbangan dari titik take-off yang direncanakan akibat embusan angin dan cuaca yang tak bersahabat.
Ketua FASI Sumedang Rahmat Juliadi mengklaim seluruh rangkaian kejuaraan relatif terkendali. Kendati demikian, dua atlet sempat mengalami insiden minor pada hari pertama pelaksanaan. Satu di antaranya harus dilarikan ke RSUD Umar Wirahadikusumah, sebelum akhirnya dinyatakan membaik.(red)
