CIGENDEL – Angin kencang menumbangkan pohon pinus di Jalan Sumedang-Bandung, Blok Sindangwana, Desa Cigendel, Kabupaten Sumedang, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Pohon tumbang sempat menutup sebagian akses jalan dan mengganggu arus kendaraan dari arah Sumedang menuju Bandung maupun sebaliknya. Laporan kejadian diterima melalui Call Center 112 sebelum diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.
Baca Juga:Pegawai RSUD Cicalengka Dinonaktifkan Usai Komentar soal Keluhan Pasien BPJSHajat Balaréa Pangauban Citarum ke-17: Merawat Kearifan Lokal, Menjaga Hubungan Manusia dan Alam
“Begitu laporan diterima melalui Call Center 112, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan,” kata Bambang.
Penanganan dilakukan secara gabungan. BPBD berkoordinasi dengan Damkar Tanjungsari, Polisi Kehutanan (Polhut), TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk mengevakuasi pohon yang melintang di badan jalan.
Petugas memotong dan menyingkirkan bagian pohon yang menghalangi jalur agar kendaraan dapat kembali melintas dengan aman.
Penanganan berlangsung sekitar satu jam. Pada pukul 11.20 WIB, arus lalu lintas di Jalan Sumedang-Bandung kembali normal.
Bambang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat angin kencang melanda. Pohon yang berada di dekat badan jalan, kata dia, perlu menjadi perhatian karena dapat membahayakan pengguna jalan apabila tumbang.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan melalui layanan darurat agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.
“Jika terjadi kejadian serupa, masyarakat diharapkan segera menghubungi pihak terkait sehingga penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
Baca Juga:Angka Perceraian Masih Mendominasi Perkara di Pengadilan Agama SumedangLima Kecamatan di Sumedang Masuk Kawasan Kumuh, Pemkab Fokus Benahi Permukiman dan Pengelolaan Sampah
BPBD Sumedang memastikan kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk merespons potensi bencana hidrometeorologi, termasuk pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.(win)
