USTADZ Rully Ginanjar Anggadinata terpilih sebagai Ketua PD Pemuda Persis Kabupaten Sumedang masa jihad 2026–2028 melalui Musyawarah Khusus. Ia menerima amanat untuk melanjutkan roda jamiyyah sekaligus menjaga arah perjuangan Pemuda Persis di Sumedang.
Tak ada kepemimpinan yang benar-benar dimulai dari halaman kosong. Di belakang Ustadz Rully, ada jejak kepemimpinan Ustadz Malik Idris yang sebelumnya menakhodai PD Pemuda Persis Kabupaten Sumedang.
Kini, Ustadz Malik harus meninggalkan panggung jamiyyah di tingkat daerah. Bukan karena perjuangannya selesai, melainkan karena medan dakwahnya bergeser ke tingkat nasional, di lingkungan PP Pemuda Persis.
Estafet itu pun berpindah.
Baca Juga:Forum Ormas Sumedang Siapkan Sosialisasi LGBTQ di Gedung NegaraAngin Mengamuk di Cigendel, Pohon Pinus Tumbang Tutup Jalur Sumedang-Bandung
Ustadz Rully datang bukan sekadar membawa jabatan ketua. Ia membawa amanat jamiyyah dan harapan agar Pemuda Persis tetap menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk tumbuh, bergerak, dan memberi manfaat.
Doa pun mengiringi langkahnya.
“Ya Allah, berilah ia taufik dan bimbing langkahnya. Jadikanlah dia pemimpin yang adil dan penuh berkah.”
Kalimat itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya perkara posisi. Ia adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan.
Dua nama kini berada dalam dua lintasan perjuangan yang berbeda. Ustadz Rully melanjutkan nahkoda di Sumedang. Ustadz Malik membawa pengalaman dan amanat baru di tingkat nasional.
Bagi Pemuda Persis Sumedang, pergantian pemimpin bukan sekadar pergantian nama dalam struktur kepengurusan. Ia adalah cara sebuah gerakan memastikan perjuangan terus berjalan, meski orang yang berada di depannya berganti.
Wilujeng sumping, Ustadz Rully.
Selamat dan Sukses mengemban amanat.
Hatur nuhun, Ustadz Malik.
Jejak perjuangan di Sumedang tak berhenti ketika seorang pemimpin pergi. Ia justru menjadi pijakan bagi pemimpin berikutnya untuk melangkah lebih jauh.
