Wabup Sumedang Ingatkan Pemilih Pemula: Jangan FOMO, Hindari Politik Uang dan Hoaks

Wabup Sumedang Ingatkan Pemilih Pemula: Jangan FOMO, Hindari Politik Uang
CIMANGGUNG - Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengingatkan para pemilih pemula agar tidak sekadar mengikuti pilihan orang lain dalam menentukan sikap politik.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES, CIMANGGUNG – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengingatkan para pemilih pemula agar tidak sekadar mengikuti pilihan orang lain dalam menentukan sikap politik.

Ia meminta generasi muda memahami rekam jejak tokoh, program serta visi dan misi sebelum menentukan pilihan.

Pesan tersebut disampaikan Fajar saat memberikan pendidikan politik nonpemilihan kepada para siswa SMAN 1 Cimanggung, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga:Cabai Domba Tembus Rp100 RibuPilkades Sukamantri Siapkan TPS Digital

Kedatangan Wabup disambut antusias para siswa. Sejumlah pelajar terlihat berbaris di halaman sekolah dan menyambut Fajar dengan sorak-sorai. Fajar pun menyempatkan diri menyapa dan melakukan tos bersama sejumlah siswa sebelum mengikuti kegiatan di dalam kelas.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar menekankan pentingnya membangun karakter pemilih yang cerdas dan berintegritas, khususnya bagi generasi muda yang mulai memasuki usia pemilih.

Menurutnya, pemilih pemula perlu memiliki pemahaman politik agar tidak mudah terbawa arus atau sekadar mengikuti pilihan orang lain.

“Jangan jadi pemilih yang FOMO, ikut-ikutan,” ujar Fajar di hadapan para siswa.

Ia juga mengingatkan agar generasi muda mengenali tokoh politik beserta program yang ditawarkan. Salah satunya dengan memahami visi dan misi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Kalian adalah Gen Z, kalian harus paham tokoh-tokoh dan visi-misi. MisPemulalnya ketika ada tokoh politik yang berkata akan membuat program beasiswa, itu termasuk visi-misi,” katanya.

Selain soal pemahaman politik, Fajar turut mengingatkan para siswa untuk menjauhi praktik politik uang atau money politic. Menurutnya, pilihan politik seharusnya tidak ditentukan karena adanya pemberian uang atau keuntungan tertentu.

Baca Juga:Data Penerima Bansos Masih BermasalahPetani Labu Siam Cibubut Raup Omzet Jutaan Rupiah, Bupati Sumedang Apresiasi Petani Milenial

Dalam kegiatan tersebut, Fajar juga berinteraksi langsung dengan para siswa. Salah seorang siswi kelas XI A, Davina, diminta menyampaikan pemahamannya mengenai politik.

“Politik adalah suatu cara untuk menggapai tujuan. Caranya membuat masyarakat untuk mengikuti program yang ada,” ujar Davina.

Fajar kemudian menjelaskan bahwa pemahaman terhadap politik menjadi penting agar generasi muda mampu melihat dan memahami berbagai program yang ditawarkan secara lebih kritis.

Tak hanya politik uang, Fajar juga menyoroti maraknya informasi yang beredar melalui media sosial. Ia meminta para siswa tidak langsung mempercayai setiap informasi yang diterima, terlebih jika belum diketahui sumbernya.

0 Komentar