“Jangan sampai termakan hoaks, perlunya mencari sumber informasi dari mana. Saring sebelum sharing,” tuturnya.
Ia meminta para siswa membiasakan diri melakukan pengecekan sebelum menyebarkan informasi kepada orang lain. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah generasi muda mudah terprovokasi maupun terbawa opini yang belum tentu benar.
“Supaya kalian tidak mudah terprovokasi, tidak mudah tergiring opini. Makanya, dapat informasi di media sosial, harus cari tahu dulu sumbernya agar tidak termakan hoaks,” lanjut Fajar.
Baca Juga:Cabai Domba Tembus Rp100 RibuPilkades Sukamantri Siapkan TPS Digital
Fajar berharap pendidikan politik bagi pemilih pemula dapat membentuk generasi muda yang lebih sadar terhadap kehidupan demokrasi sekaligus bijak dalam menggunakan media sosial.
“Di masa mendatang, kalianlah yang akan menjadi generasi emas,” pungkasnya.
