SUMEDANGEKSPRES – CIMALAKA – Tak ada pesta besar dalam perayaan Milangkala ke-43 Desa Galudra, Kecamatan Cimalaka, tahun ini.
Pemerintah desa memilih menggelar peringatan secara sederhana, tetapi memastikan manfaatnya dapat langsung dirasakan warga.
Kepala Desa Galudra Sumpena BA mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan perayaan digelar sederhana. Bagi dia, kemeriahan bukan ukuran keberhasilan sebuah peringatan hari jadi desa.
Baca Juga:Cimarias-Cinangerang Jadi Prioritas Tora Pemda Buka Jalan Distribusi Tanah Untuk Warga Truk Tronton Tak Kuat Menanjak di Jalan Raya Simpang-Parakanmuncang, Kemacetan Tak Terindahkan
“Karena ada keterbatasan anggaran, Milangkala tahun ini kita laksanakan secara sederhana. Kesederhanaan ini tidak lepas dari manfaatnya. Milangkala harus bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar Sumpena, Selasa, (29/9).
Dalam rangkaian kegiatan, pemerintah desa menyalurkan bantuan sembako kepada warga lanjut usia serta bantuan untuk masjid. Syukuran bersama warga juga digelar sebagai bagian dari peringatan hari jadi desa.
“Kalaupun kita adakan secara meriah tetapi tidak ada manfaatnya, percuma. Lebih baik kita laksanakan sederhana, namun banyak manfaatnya bagi warga dan masyarakat,” katanya.
Milangkala tahun ini sekaligus menjadi momentum syukuran atas rampungnya pembangunan jalan yang menghubungkan kawasan perbatasan Kebon Jati hingga ujung wilayah Desa Galudra.
Jalan sepanjang sekitar 930 meter itu telah lama dinantikan warga. Setelah pembangunan selesai, masyarakat kini dapat menikmati akses yang lebih baik.
“Alhamdulillah, warga masyarakat yang sudah lama menantikan bisa menikmati jalan yang bagus. Kalau bahasa Sundanya leucir, yang kita bisa lihat sendiri hasilnya,” ujar Sumpena.
Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendorong pembangunan jalan tersebut, termasuk Bupati Sumedang, Dinas Pekerjaan Umum, UPTD PU Kecamatan Cimalaka, dan Camat Cimalaka.
Baca Juga:Wabup Sumedang Ingatkan Pemilih Pemula: Jangan FOMO, Hindari Politik Uang dan HoaksCabai Domba Tembus Rp100 Ribu
Menurut Sumpena, keberadaan jalan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Akses yang lebih baik diharapkan mendukung mobilitas dan aktivitas warga sehari-hari.
Karena itu, ia meminta masyarakat ikut menjaga jalan yang telah dibangun. Infrastruktur tersebut merupakan fasilitas bersama yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat.
“Saya menginstruksikan kepada seluruh masyarakat, baik yang terlewati jalan tersebut maupun yang tidak, hendaknya ikut memelihara pembangunan jalan ini agar senantiasa awet dan bisa digunakan oleh masyarakat,” katanya.
