SUMEDANGEKSPRES – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila bersama Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumedang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Galudra dan SPPG Mandalaherang di Kecamatan Cimalaka, Senin (18/5/2026).
Sidak dilakukan untuk memastikan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik serta masyarakat penerima manfaat mendapatkan layanan yang aman, sehat, dan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati bersama Satgas MBG memeriksa sejumlah aspek penting mulai dari kebersihan dapur, kualitas menu gizi, fasilitas dapur, drainase Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ketersediaan bahan baku hingga proses pemorsian makanan.
Baca Juga:Pelepasan Purnabakti Heri Suryana, 34 Tahun Mengabdi untuk Perumda Tirta MedalSekda Sumedang Soroti IPAL SPPG: Bentuk Komitmen Pemda Menjaga Mutu Layanan
Wabup Fajar mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. “Implementasi terkait makan bergizi gratis harus dapat terlaksana dengan baik. Kami melihat apa yang harus diperbaiki baik itu dari drainase Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kebersihan atau higienitasnya, menu makanannya, dan memastikan berjalannya SOP yang sudah ditetapkan dari pusat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga terus memonitor pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di setiap SPPG. “Kami juga terus memonitoring Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari setiap SPPG apakah sudah terpenuhi atau belum,” katanya.
Wabup juga meminta pengelola dapur SPPG yang masih membutuhkan perbaikan agar segera melakukan pembenahan demi menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.“Saya juga berpesan kepada dapur SPPG yang masih membutuhkan perbaikan tolong segera dipercepat. Saya minta program ini dapat diimplementasikan dengan baik, jangan sampai mengecewakan penerima manfaat,” katanya.
Menurutnya, sidak tersebut penting dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat penerima manfaat sekaligus mencegah terjadinya kasus keracunan makanan.“Sidak ini dilakukan agar memastikan penerima manfaat tidak waswas dan ke depannya tidak terjadi kasus keracunan MBG di Sumedang,” katanya. (red)
