SUMEDANG EKSPRES, CIMANGGUNG – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan influenza A subclade K atau yang dikenal sebagai super flu.
Varian baru ini disebut memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta.
Berdasarkan data Kemenkes hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A subclade K di Indonesia. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien merupakan perempuan dan berasal dari kelompok usia anak.
Baca Juga:Hampir 3 Tahun Tanpa Mufakat, Revitalisasi Pasar Cimalaka Picu Jeritan PedagangRevitalisasi Pasar Cimalaka: Masalah Tata Kelola, Bukan Sekadar Penolakan Pedagang
Secara global, lonjakan kasus influenza A (H3N2) juga terpantau di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, sejak akhir September 2025 seiring memasuki musim dingin yang meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan.
Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Surdi Sudiana, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus influenza A subclade K di wilayah Sumedang.
“Di Kabupaten Sumedang belum ditemukan kasus. Namun kami sudah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk waspada dan siaga, serta melakukan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) secara rutin,” ujar Surdi.
Ia menyebutkan, langkah antisipasi terus diperkuat melalui koordinasi lintas fasilitas kesehatan sebagai upaya deteksi dini apabila muncul kasus dengan gejala yang mengarah pada influenza varian baru.
Surdi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, namun disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Cukup istirahat, jaga daya tahan tubuh, dan segera berobat jika sakit. Bila mengalami batuk atau pilek, gunakan masker dan terapkan etika batuk,” katanya.
Dinas Kesehatan berharap, dengan kewaspadaan bersama dan peran aktif masyarakat, potensi penyebaran influenza, termasuk varian baru, dapat dicegah sejak dini. (kos)
