Simulasi Damkar Digencarkan, Warga Dilatih Tangani Kebakaran Sejak Api Kecil

Damkar Sumedang
SIMULASI: Petugas Damkar memberikan simulasi pemadaman api kepada warga sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, di Alun-alun Sumedang, baru-baru ini.(Kiki/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) terus menggencarkan program simulasi penanggulangan kebakaran sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana kebakaran.

Kegiatan simulasi tersebut digelar langsung di lingkungan masyarakat dan diikuti oleh warga dari berbagai kalangan. Program ini bertujuan agar masyarakat memahami langkah-langkah awal penanganan kebakaran sebelum api membesar dan petugas tiba di lokasi.

Dalam simulasi, petugas Damkar memberikan edukasi mengenai penyebab umum kebakaran, cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknik memadamkan api kecil, serta prosedur penyelamatan diri dan evakuasi korban.

Baca Juga:Lesunya Penjualan Sapi Tak Halangi Pasar Hewan Tanjungsari Capai PAD 100 PersenLibur Sekolah, Pasar Malam di Alun-alun Tanjungsari Jadi Magnet Hiburan Keluarga

“Kegiatan ini penting agar masyarakat tidak panik saat menghadapi kebakaran. Setidaknya warga bisa melakukan penanganan awal untuk mencegah api meluas,” ujar Yayat, perwakilan Damkar.

Menurutnya, simulasi penanggulangan kebakaran merupakan program rutin Damkar yang juga dilaksanakan atas arahan pimpinan daerah, termasuk permintaan Sekretaris Daerah, untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini kebakaran di lingkungan masyarakat.

Selain edukasi manual, simulasi juga terintegrasi dengan teknologi Smartpole. Melalui sistem ini, titik api dapat terdeteksi menggunakan sensor dan drone, lalu informasi tersebut langsung terhubung ke sistem Damkar untuk mempercepat respons pemadaman.

“Ketika terdeteksi adanya titik api, sistem akan langsung terkoneksi ke Damkar sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Yayat menegaskan, peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat, perkantoran, dan lingkungan sekolah.

“Melalui simulasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami prosedur keselamatan, mampu memadamkan api sejak kecil, dan bisa bekerja sama dengan petugas saat terjadi kebakaran,” katanya.

Damkar berharap kegiatan simulasi ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar budaya waspada dan tanggap bencana semakin tertanam di tengah masyarakat. (kki)

0 Komentar